Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kaltim Andalkan Program Kelapa Sawit Berkelanjutan

Gubernur Kaltim Isran Noor menyatakan prospek perkebunan kelapa sawit di Kaltim diprakirakan berjalan dengan baik.
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 04 November 2022  |  14:53 WIB
Kaltim Andalkan Program Kelapa Sawit Berkelanjutan
Pekerja memindahkan tandan buah segar sawit. - Sanjit Das/Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, SAMARINDA –– Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengandalkan pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan di masa mendatang guna mendorong tingkat produksi.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Perkebunan Kaltim produksi tandan buah segar (TBS) yang diolah pada tahun 2020 sebesar 17,72 juta ton atau setara dengan 3,8 juta ton Crude Palm Oil (CPO).

Sejumlah perusahaan perkebunan besar swasta yang telah memperoleh izin pencadangan (izin lokasi) dan beroperasi membangun kebun dalam skala yang luas tercatat sekitar 393 perusahaan.

Gubernur Kaltim Isran Noor menyatakan prospek perkebunan kelapa sawit di Kaltim diprakirakan berjalan dengan baik, meski terdapat konflik antara Rusia dan Ukraina yang menyebabkan terganggunya pasokan energi.

“Persoalan pasar tidak akan mengganggu industri sawit, saya yakin industri ini tetap berkembang,” ujarnya yang dikutip, Jumat (4/11/2022).

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad menyebutkan pengelolaan tersebut diharapkan menciptakan ekonomi perkebunan kelapa sawit produktif yang berkelanjutan.

Dia menjelaskan, hilirisasi industri kelapa sawit dipastikan akan menggantikan ekonomi berbasis sumber daya alam yang tidak terbarukan, seperti gas, minyak dan batu bara.

“Kita akan melangkah ke sana, dari sisi hulu kita sudah siap, dari industri hilirnya juga sudah bergerak. Tinggal menunggu waktu saja,“ jelasnya.

Selain itu, Ujang mengungkapkan bahwa Dinas Perkebunan Kaltim akan melakukan optimalisasi lahan dengan total mencapai 2,8 juta hektare.

“Target kita dalam 5-10 tahun ke depan kita akan punya kebun sawit seluas 2,5 juta hektare,” sebutnya.

Sebelumnya, Gubernur Kaltim Isran Noor dikabarkan menjadi satu-satunya kepala daerah yang menghadiri langsung kegiatan Indonesian Palm Oil Conference 2023 (IPOC) ke 18 di Nusa Dua, Bali.

Selain itu, acara tersebut juga dihadiri oleh lebih dari 1.000 pengusaha perkebunan kelapa sawit beserta rantai pasoknya yang diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

“Itu menunjukkan perhatian Gubernur terhadap usaha perkebunan kelapa sawit di Kaltim, sehingga beliau memutuskan untuk menghadiri langsung,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kelapa sawit kaltim
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top