Pengembangan Tanaman Karet di Kota Balikpapan Diprioritaskan

Potensi karet yang sangat baik itu juga didukung dengan adanya pasar yang mampu menyerap produksi karet Balikpapan.
Petani memanen getah karet./Antara-Wahdi Septiawan
Petani memanen getah karet./Antara-Wahdi Septiawan

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Kementerian Pertanian menyebutkan perluasan tanaman karet tetap menjadi program prioritas di Kota Balikpapan.

Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Jan S. Maringka menyatakan potensi karet yang sangat baik itu juga didukung dengan adanya pasar yang mampu menyerap produksi karet Balikpapan.

“Selama ini, hasil produksi karet Balikpapan selalu dipasarkan ke Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (13/11/2022).

Selain itu, dia menyebutkan produk pertanian unggulan Kota Balikpapan lainnya adalah pepaya mini, salak, dan nenas. 

“Ke depan diharapkan produk-produk unggulan ini dapat menjadi komoditas ekspor sektor pertanian,” sebutnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Kementan, total anggaran yang telah dialokasikan untuk Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) senilai Rp118,01 miliar dalam kurun waktu tahun 2020 sampai dengan 2022.

Khusus 2022, anggaran Kementerian Pertanian di Kaltim senilai Rp15,03 miliar di antaranya yaitu berupa bantuan benih padi sebanyak 66.250 kilogram senilai Rp1,39 miliar, bantuan kawasan hortikultura seluas 290 hektare senilai Rp2,86 miliar, alat dan mesin sektor tanaman pangan sebanyak 91 unit Rp3,68 miliar dan alat dan mesin sektor hortikultura sebanyak 5 unit senilai Rp755 juta.

Kemudian, alat dan mesin sektor perkebunan sebanyak tiga unit senilai 169,08 juta, ternak kambing sebanyak 175 ekor senilai Rp663,79 juta, 120 ekor sapi senilai Rp1,86 miliar dan ayam sebanyak 6.000 ekor senilai Rp206,7 juta.

Untuk perluasan area perkebunan di Kaltim, Kementan mengalokasikan senilai Rp1,16 miliar untuk perluasan tanaman kelapa seluas 300 hektare, perluasan tanaman lada seluas 50 hektare senilai Rp1,04 miliar, perluasan kawasan hortikultura pisang, bawang merah, cabai, durian, kelengkeng dan alpukat serta jahe total seluas 290 hektare senilai Rp2,86 miliar dan  perluasan kawasan perkebunan kelapa dan kakao total seluas 350 hektare senilai Rp2,20 miliar.

Di sisi lain, Jan mengajak seluruh stakeholders pertanian Kaltim untuk melakukan Dialog Jaga Pangan yang merupakan program Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian dalam rangka mendukung komitmen Kementerian Pertanian membangun Ketahanan Pangan serta mewujudkan Kedaulatan Pangan.

“Dengan mengedepankan fungsi pencegahan sekaligus memastikan program-program Kementerian Pertanian bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan,” terangnya.

Adapun, dia menuturkan bahwa program jaga pangan bertujuan untuk memastikan kondisi ketersediaan, akses, keamanan, dan stabilitas terkait ketahanan pangan.

Sebelumnya, program Jaga Pangan telah dilaksanakan di wilayah perbatasan dari Sabang sampai dengan Merauke yaitu wilayah perbatasan Sabang, Aruk, Entikong, Talaud, Rote, Atambua dan Merauke.

“Kolaborasi dan sinergi berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam mewujudkan ketahanan pangan, Untuk itu, dalam pelaksanaan dialog ini diundang berbagai stakeholders pertanian dengan narasumber terdiri dari Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Gubernur Kalimantan Timur, dan Kepala Badan Otorita IKN,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler