Penyaluran Pembiayaan IKNB Kaltim Capai Rp16,81 Triliun, Ini Porsi Terbesarnya

Perusahaan pembiayaan di Kaltim, per Juni 2022, berhasil meningkatkan pembiayaan sebesar 49,17 persen (yoy) dibanding Juni 2021 tercatat Rp11,27 triliun.
Aktivitas pemindahan muatan batu bara dari tongkang ke kapal induk dengan floating crane./indikaenergy.co.id
Aktivitas pemindahan muatan batu bara dari tongkang ke kapal induk dengan floating crane./indikaenergy.co.id

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Timur (OJK Kaltim) menyebutkan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) telah menyalurkan pembiayaan mencapai Rp16,81 triliun.

Kepala OJK Kaltim Made Yoga Sudharma menyatakan perusahaan pembiayaan di Kaltim, per Juni 2022, berhasil meningkatkan pembiayaan sebesar 49,17 persen (yoy) dibanding Juni 2021 yang hanya tercatat sebesar Rp11,27 triliun.

“Penyaluran pembiayaan terbesar adalah untuk sektor ekonomi pertambangan dan penggalian yaitu sebesar Rp6,3 triliun atau menguasai 39 persen dari total penyaluran pembiayaan,” ujarnya, Selasa (15/11/2022). 

Dia menambahkan, pembiayaan terbesar berada di Kabupaten Kutai Kartanegara yaitu sebesar Rp3,93 triliun, disusul Kota Samarinda sebesar Rp3,91 triliun, dan Kota Balikpapan sebesar Rp3,36 triliun.

Berdasarkan jenis kegiatan usaha, penyaluran pembiayaan terbesar di Kaltim adalah untuk pembiayaan investasi yaitu sebesar Rp9,68 triliun, pembiayaan multiguna sebesar Rp5,41 triliun, dan pembiayaan modal kerja sebesar Rp1,16 triliun.

Di sisi lain, Made menjelaskan kinerja perkreditan perbankan di Kaltim menunjukkan angka pertumbuhan positif dilihat dari peningkatan kredit lokasi bank dan lokasi proyek yang masing-masing tumbuh sebesar 9,25 persen dan 18,54 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Penyaluran kredit Bank yang berlokasi di Kaltim tercatat sebesar Rp74 triliun, tumbuh dibandingkan posisi Juni 2021 yang tercatat sebesar Rp68 triliun,” terangnya.

Adapun, dia menyebutkan penyaluran kredit Bank yang berlokasi proyek di Kaltim tercatat sebesar Rp144 triliun, atau naik dari posisi Juni 2021 yang tercatat sebesar Rp121 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper