Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengusaha Pengolahan Kedelai Balikpapan Angkat Suara Soal Harga

Pemilik usaha pembuatan tahu dan tempe, menyatakan dampak perang tersebut menyebabkan harga kedelai impor yang dibeli dari koperasi mengalami peningkatan.
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 22 November 2022  |  16:04 WIB
Pengusaha Pengolahan Kedelai Balikpapan Angkat Suara Soal Harga
Potongan tahu dan tempe di salah satu industri kedelai di Balikpapan. - Bisnis/Muhammad Mutawallie Sya'rawie
Bagikan

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Perajin tahu dan tempe di Kota Balikpapan mengeluhkan kenaikan harga kedelai akibat perang yang tidak berkesudahan antara Rusia dan Ukraina.

Pemilik usaha pembuatan tahu dan tempe Budiharjo, menyatakan dampak perang tersebut menyebabkan harga kedelai impor yang dibeli melalui koperasi mengalami peningkatan.

“Kalau perang nggak selesai harga terus naik. Sekarang (harga) sudah mencapai Rp14.600 per kilogram,” ujarnya, Selasa (22/11/2022).

Pria yang akrab disapa Budi itu menyebutkan kenaikan harga kedelai telah berlangsung selama satu tahun terakhir dan turut berpengaruh pada penghasilannya.

“Saat ini kedelai melonjak jadi untuk untung belum bisa diharapkan. Saat ini hanya bertahan mengatasi kenaikan kedelai,” sebutnya.

Budi mencontohkan, tahu yang dia jual dapat menghasilkan omzet sebesar Rp2,85 juta per hari. Namun, kenaikan harga kedelai turut memangkas keuntungan bersih yang diterimanya.

“Kalau kemarin harga kedelai standar, artinya Rp8.000 per kilogram paling mahal, mungkin keuntungan per bulan bersih sekitar Rp14 juta atau Rp15 juta. Keuntungan sekarang hanya kurang lebih Rp6 juta per bulan,” terang Budi.

Pengusaha asal Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur ini mendapatkan kemampuan mengolah tahu dan tempe dari kakaknya dan mengaku pernah mendapatkan pengalaman pahit saat mengembangkan usahanya.

“Tiga drum rendaman kedelai busuk semua, terjadi satu bulan full. [Harga] kedelai [saat itu] pas lagi naik Rp7.400 per kilo dan rugi ratusan juta,” katanya.

Adapun, Budi menuturkan bahwa dengan tergabung di dalam Primer Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia (PRIMKOPTI) Kota Balikpapan, para anggota berhak mendapatkan subsidi dari pemerintah sebesar Rp1.000 per kilogram.

“Bersyukurnya disitu , sangat berharga sekali. Karena (harga) di konsumen susah ditekan untuk naik, akhirnya mau nggak mau kita tetap naikkan atau harga tetap ukurannya dikecilkan,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Sistem Informasi Perdagangan Kalimantan Timur, per 22 November 2022, harga kedelai impor tiap kabupaten/kota bervariasi mulai dari Rp11.640 sampai dengan Rp20.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kedelai balikpapan kaltim
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top