Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Deretan Sektor Penyebab Kredit UMKM di Kaltim Rendah

Melambatnya penyaluran kredit UMKM juga karena berlanjutnya kontraksi sektor konstruksi.
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 23 November 2022  |  20:52 WIB
Deretan Sektor Penyebab Kredit UMKM di Kaltim Rendah
Ilustrasi - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Sektor pertanian, perdagangan, hotel dan restoran (PHR) disinyalir menjadi faktor utama perlambatan penyaluran kredit kepada UMKM di Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltim Ricky P Gozali menyatakan selain sektor di atas, melambatnya penyaluran kredit UMKM juga karena berlanjutnya kontraksi sektor konstruksi.

Kredit UMKM sektor pertanian masih tumbuh positif sebsar 32,23 persen secara tahunan (yoy), tapi melambat jika dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh sebesar 37,84 persen (yoy) pada kuartal II/2022,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (23/11/2022).

Selanjutnya, dia mengungkapkan bahwa kredit UMKM pada lapangan usaha sektor PHR juga melambat dibandingkan kuartal sebelumnya, yaitu dari 11,32 persen menjadi hanya tumbuh 9,95 persen (yoy).

Lebih lanjut, kredit UMKM di sektor konstruksi yang mengalami kontraksi sebesar 16,08 persen (yoy) turun lebih dalam dibandingkan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 3,60 persen (yoy).

Berdasarkan pangsanya, kredit UMKM Kaltim pada sektor Perdagangan Hotel dan Restoran (PHR) mendominasi penyaluran kredit UMKM di Kaltim dengan pangsa 42,4 persen dan diikuti oleh sektor pertanian, dengan pangsa sebesar 26,75 persen,” jelasnya.

Adapun, Ricky menuturkan bahwa lapangan usaha yang memiliki pangsa paling kecil dalam penyaluran kredit UMKM adalah lapangan usaha pertambangan yakni sebesar 3,08 persen dari total penyaluran kredit UMKM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top