Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kuartal III/2022, Industri Pengolahan Kaltim Lesu

Lapangan usaha (LU) industri pengolahan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat melambat pada kuartal III/2022.
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 08 Desember 2022  |  13:40 WIB
Kuartal III/2022, Industri Pengolahan Kaltim Lesu
Pabrik Kelapa Sawit (PKS) kedua PT Palma Serasih Tbk. (PSGO) di Kalimantan Timur. - PSGO
Bagikan

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Lapangan usaha (LU) industri pengolahan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat melambat pada kuartal III/2022.

Bank Indonesia mencatat kinerja LU industri pengolahan Kaltim hanya tumbuh sebesar 3,59 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal III/2022, lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 3,62 persen (yoy).

Dilihat dari pangsanya, LU industri pengolahan di Kaltim terdiri dari industri minyak dan gas (migas) dengan share sebesar 55,25 persen, diikuti industri kimia dan olahannya 18,97 persen, CPO dengan share 16,29 persen dan industri lainnya 9,49 persen.

“Perlambatan kinerja industri pengolahan disebabkan menurunnya lifting minyak dan gas (migas) dibandingkan kuartal sebelumnya,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Ricky P Gozali dalam keterangannya, Kamis (8/12/2022).

Sebagaimana diketahui, lifting migas di Kaltim pada kuartal III/2022 tampak loyo dibandingkan kuartal sebelumnya. Ricky menjelaskan, lifting minyak bumi anjlok hingga minus 25,25 persen (yoy), padahal kuartal sebelumnya hanya minus sebesar 1,37 persen (yoy).

Selain itu, dia mengungkapkan bahwa lifting gas juga melemah dibandingkan kuartal sebelumnya, yaitu dari tumbuh positif sebesar 12,07 persen menjadi terkontraksi sebesar 13,71 persen (yoy).

Kendati demikian, kinerja LU industri pengolahan masih tertolong oleh kinerja ekspor dari komoditas CPO dan pupuk yang membaik.

Ricky menuturkan bahwa ekspor CPO dan pupuk dari Benua Etam mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 6,22 persen  (yoy) dan 44,91 persen (yoy) kuartal III/2022.

“Membaik dari kuartal sebelumnya dengan ekspor CPO terkontraksi 30,27 persen (yoy) sementara ekspor pupuk hanya mencapai 41,60 persen (yoy),” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top