Tumbuh 3 Digit, Produksi Alumina Dorong Industri Pengolahan Kalbar

Peningkatan kapasitas produksi alumina di Provinsi Kalimantan Barat turut mendorong kinerja industri pengolahan.
Suasana lokasi yang dicanangkan untuk pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Desa Bukit Batu, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Kamis (4/4/2019)./ANTARA-Jessica Helena Wuysang
Suasana lokasi yang dicanangkan untuk pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Desa Bukit Batu, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Kamis (4/4/2019)./ANTARA-Jessica Helena Wuysang

Bisnis.com, BALIKPAPAN ––  Peningkatan kapasitas produksi alumina di Provinsi Kalimantan Barat turut mendorong kinerja industri pengolahan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat (KPwBI Kalbar) Agus Chusaini menyatakan hal tersebut disebabkan mulai beroperasinya refinery tahap kedua PT Well Harvest Winning (WHW) dan harga komoditas alumina yang relatif tinggi pada tahun 2022.

Hal ini tercermin dari volume ekspor alumina Kalimantan Barat yang tercatat 552.120 ton atau tumbuh 139,98 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 97,50 persen (yoy),” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (30/12/2022).

Dia menambahkan, kinerja industri pengolahan tercatat tumbuh 7,17 persen (yoy) pada kuartal III/2022, atau naik signifikan setelah dalam kuartal sebelumnya terkontraksi sebesar minus 1,17 persen (yoy).

Selain itu, perbaikan kinerja industri pengolahan turut dipengaruhi oleh volume produksi industri pengolahan CPO yang tumbuh 40,05 persen (yoy) karena terjadi peningkatan volume produksi CPO yang sejalan dengan implementasi kebijakan flush out dan penghapusan pungutan ekspor CPO.

“Sehingga, mendorong normalisasi stok produsen CPO di tengah peningkatan kesediaan bahan baku TBS sebagai dampak aktivitas pemupukan yang lebih optimal pada tahun sebelumnya,” terang Agus.

Beberapa faktor tersebut menjadi pendorong pertumbuhan volume ekspor minyak kelapa sawit atau CPO dapat tumbuh 95 persen (yoy) pada kuartal III/2022, atau meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang terkontraksi minus 2,52 persen (yoy).

Sebelumnya, volume produksi industri pengolahan CPO hanya tumbuh 12,42 persen (yoy) pada kuartal II/2022

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler