Nilai Ekspor Kaltim Rp383,97 Triliun Tahun Lalu, Bagaimana 2023?

Kaltim saat ini pihaknya fokus pada peningkatan ekspor barang non migas non batu bara yang diharapkan naik, seperti sektor pertanian, dan pengolahan.
Proses pemuatan batu bara ke tongkang di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (13/10/2021)./Bloomberg-Dimas Ardian
Proses pemuatan batu bara ke tongkang di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (13/10/2021)./Bloomberg-Dimas Ardian

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Peningkatan ekspor Kalimantan Timur tahun ini diprediksi tidak akan melampaui capaian tahun 2022.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kaltim Muhammad Sa'duddin menyatakan karena baseline yang sudah tinggi,  kenaikan di 2023 tidak akan melampaui tahun lalu apalagi jumlah itu banyak ditopang oleh batu bara. 

Dia menambahkan, harga batu bara dan CPO yang melesat sangat mendukung kinerja ekspor sekaligus dominasi batu bara di Kaltim. “Karena peningkatan kebutuhan dari eropa akibat perang, untuk pembangkit mereka, termasuk dari China dan India nilai ekspor Kaltim tahun 2022 dalam setahun meningkat 49,22 persen,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (16/2/2023).

Berdasarkan data yang dihimpun Disperindagkop UKM Kaltim, total nilai ekspor Kaltim bulan Januari hingga November 2022 yang menggunakan sistem e-SKA mencapai US$27,42 miliar atau dalam kurs Rupiah sebesar Rp383,97 triliun.

Sa'duddin mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya fokus pada peningkatan ekspor barang non migas non batu bara yang diharapkan naik, seperti sektor pertanian, dan pengolahan.

“Yang kami kejar itu yang punya dampak ke masyarakat, nonbatu bara kayak kerajinan, industri olahan dan hasil laut. [Artinya] dengan banyak ekspor, produksi akan naik juga,” katanya.

Selain itu, dia meyakini Kaltim akan tetap bertahan meski diadang resesi global karena memiliki pasokan energi melimpah dan neraca perdagangan yang baik.

Menurut data BPS, secara total kumulatif neraca perdagangan Kalimantan Timur selama Tahun 2022 mengalami surplus US$30,63 miliar.

Adapun, Kaltim menempati urutan kedua tertinggi se-nasional untuk provinsi penyumbang nilai ekspor nonmigas dengan perubahan dari tahun sebelumnya sebesar 54,62 persen sepanjang tahun 2022.

Kaltim berada di bawah Jawa Barat yang berada di urutan teratas provinsi yang memberikan sumbangan terbesar terhadap ekspor nonmigas nasional 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper