Kaltara perlu Revitalisasi Pelabuhan Tarakan, Bulungan dan Nunukan

Oleh: Eldwin Sangga 20 April 2018 | 15:52 WIB
Kaltara perlu Revitalisasi Pelabuhan Tarakan, Bulungan dan Nunukan
Ilustrasi pelabuhan/Antara

Bisnis.com, TARAKAN – Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengatakan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat, diperlukan pembangunan dan revitalisasi pelabuhan, serta pembenahan jalur transportasi sungai dan laut guna mempelancar keluar masuknya barang.

Irianto mengungkapkan, ada beberapa pelabuhan yang akan dibangun oleh Pemprov Kaltara. Di antaranya, Pelabuhan Pesawan sebagai pengganti Pelabuhan Kayan I, Tanjung Selor. Lalu, Pelabuhan Bunyu di Kabupaten Bulungan, Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, dan Pelabuhan Sungai Ular di Kabupaten Nunukan.

“Rencana pembangunan Pelabuhan Pesawan, sebelumnya telah mendapatkan dukungan dari Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara)-Rini Sumarno. Selain itu, rencana ini juga sudah memiliki dokumen Studi Kelayakan, DED (Detail Engineering Design) dan tahun ini akan dilakukan pembebasan lahan,” kata Irianto, Jumat (20/4).

Luasan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Pelabuhan Pesawan, sekitar 60 hektare. Di mana untuk pembebasannya, dilakukan dalam tiga tahap. Untuk tahap I akan dibebaskan seluas 20 hektare, tahap II 33 hektare, dan tahap III 7 hektare.

“Pembangunannya pun dirancang dalam tiga tahap. Dimana akan dimulai dari tahapan pembangunan konstruksi pelabuhan, kawasan pergudangan dan perkantoran. Yang terpenting, usulan ini mendapat respon baik Menhub dan akan ditindaklanjuti secara intensif oleh Pemprov Kaltara sebagaimana advis Menhub,” papar Irianto.

Selain itu, adalah sinkronisasi rencana pembangunan pelabuhan di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan dengan blue print pembangunan bidang transportasi Kemenhub.

“Pemprov Kaltara melalui Dinas Perhubungan (Dishub) sudah membuat perencanaan untuk membangun pelabuhan feri dan speedboat di Pulau Bunyu. Ini disesuaikan dengan permintaan masyarakat Bunyu, agar mampu memeratakan disparitas harga barang disana. Mengingat, kini harga barang di Bunyu diinformasikan semakin tinggi. Lantaran sulitnya akses barang masuk ke Pulau Bunyu,” urainya.

Adapun estimasi kebutuhan anggaran yang diusulkan Pemprov Kaltara untuk kegiatan ini, sekitar Rp105,6 miliar. Yang meliputi pekerjaan persiapan, pematangan lahan dan reklamasi sekitar Rp20,2 miliar. Lalu, pekerjaan pembangunan trestle dan pedestrian Rp31,8 miliar. Pekerjaan pembangunan dermaga kapal feri Rp21,3 miliar, serta pekerjaan pembangunan dermaga speedboat Rp7,6 miliar, dan pekerjaan pembangunan bangunan penunjang Rp15,1 miliar. Ditambah pajak. Kegiatan lain yang mulai berjalan sejak 2017 lalu, adalah pengembangan atau revitalisasi Pelabuhan Tengkayu I di Kota Tarakan.

“Usulan kegiatan ini kami sampaikan, mengingat kepadatan penumpang yang semakin tinggi. Estimasinya, 1.500 hingga 2.000 penumpang per hari melalui Pelabuhan Tengkayu I. Untuk itu harus dibenahi,” ungkapnya.

Untuk pengembangan Pelabuhan Tengkayu I ini, berdasarkan Rencana Anggaran Biaya yang diterbitkan Dishub Kaltara, kebutuhan total anggaran mencapai Rp225,1 miliar. Adapun realisasi anggaran yang sudah terlaksana untuk tahap I dan II sekitar Rp40 miliar.

“Artinya, masih ada sisa anggaran biaya yang dibutuhkan sekitar Rp185,1 miliar. Nah di sini kami minta kehadiran Kemenhub,” jelasnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya