Penasaran Tumbuhan Tengkawang, Profesor Prancis Datangi Hutan Adat Kalbar

Guru besar dari Universitas Toulouse Prancis yakni Zephirin Mouloungul mengunjungi hutan adat Pangajid, yang terletak di Desa Sahan, Kabupaten Bengkayang, sebagai lokasi penelitian.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 10 Februari 2016  |  16:30 WIB
Penasaran Tumbuhan Tengkawang, Profesor Prancis Datangi Hutan Adat Kalbar
Dari kiri-kanan: Thamrin Usman, Zephirin Moulungul dan Gusti Hardiansyah, melihat hutan adat Pangajid di Bengkayang, Sabtu 7 Februari 2016. - JIBI / Istimewa
Bisnis.com, PONTIANAK – Guru besar dari Universitas Toulouse Prancis yakni Zephirin Mouloungul mengunjungi hutan adat Pangajid, yang terletak di Desa Sahan, Kabupaten Bengkayang, sebagai lokasi penelitian.
 
Dari rilis yang diterima Bisnis, guru besar itu ditemani langsung rektor Universitas Tanjung Pura (Untan) Pontianak Thamrin Usman DEA dan Dekan Fakultas Kehutanan Untan Gusti Hardiansyah.
 
Thamrin mengatakan, masyarakat setempat berjuang mempertahankan kawasan hutan yang memiliki potensi ekonomi seluas 200 hektar tersebut guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
 
“Kedatangan peneliti senior dari salah satu universitas di Prancis ini untuk melihat potensi tumbuhan tengkawang yang bisa dijadikan bahan kosmetik, obat-obatan, makanan dan mentega. Jadi jangan tebang lagi pohon tengkawang,” ujarnya, belum lama ini.
 
Gusti Hardiansyah mengatakan, pihak Fakultas Kehutanan Untan telah menandatangani nota kesepahaman kerjasama memberikan beasiswa kepada kaum muda dari masyarakat sekitar hutan adat Pangajid untuk kuliah di fakultas tersebut.
 
“Ini sebagai bukti keberhasilan masyarakat adat menyelamatkan kawasan hutannya. Semestinya pemerintah mencontoh dan melibatkan masyarakat dalam menyelamatkan kawasan hutan yang terbukti keberhasilannya,”
 
Zephirin akan melakukan penelitian terhadap produk-produk tengkawang di Desa Sahan dan selanjutnya akan ditulis dan diterbitkan di sejumlah media di Prancis.
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hutan adat

Editor : Yoseph Pencawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top