Swasembada Padi: Kaltim Dorong Pengembangan Teknologi Nuklir

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong pengembangan teknologi nuklir untuk pertanian padi agar bisa meningkatkan hasil panen sehingga mendorong swasembada pangan daerah.
Yanuarius Viodeogo | 21 Juli 2018 15:15 WIB
Ilustrasi: Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir melakukan panen perdana padi varietas sidenuk dengan teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terpadu Berbasis Organik (IPAT BO) dan inseminasi buatan sexing di Desa Teguhan, Ngawi, Jawa Timur (31/10/2015). - ristekdikti.go.id

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong pengembangan teknologi nuklir untuk pertanian padi agar bisa meningkatkan hasil panen sehingga mendorong swasembada pangan daerah.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Eddy Kuswadi mengatakan, sejak penandatangan kesepakatan dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sudah ada wujud pengembangan sektor pertanian padi melalui varietas padi aplikasi dedikasi nuklir (Sidenuk).

“Ketika menggunakan varietas Sidenuk mampu menghasilkan 7,5 ton padi per hektare setiap panen, sebelum menggunakan varietas itu satu hektare hanya menghasilkan 4 ton,” kata Eddy dari siaran pers, Sabtu (21/7/2018).

Dia mengatakan varietas Sidenuk sudah dikembangan di Kabupaten Tenggarong Seberang. Dia berharap teknologi nuklir juga dapat mendukung pengembangan kawasan industri Buluminung.

Gubernur Kaltim Awan Faroek Ishak mengatakan, dari kawasan itu akan dikembangkan sektor industri mulai pengembangan iradiator bagi kesehatan, farmasi dan pertanian dalam arti luas lainnya.

“Kawasan sudah ada, lahan sudah disiapkan hingga mencapai 20 hektare dan semua pihak terkait bisa mendukung pengembangan tersebut dengan saling berkoordinasi melalui Balitbangda Kaltim,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
padi, teknologi nuklir

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top