Bank Kaltimtara Berikan Bantuan Tapping Box Ke Pemkot Balikpapan

Upaya tersebut dilakukan dalam rangka percepatan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Balikpapan
Sophia Andayani
Sophia Andayani - Bisnis.com 21 Maret 2019  |  20:48 WIB
Bank Kaltimtara Berikan Bantuan Tapping Box Ke Pemkot Balikpapan
Direktur Utama Bank Kaltimtara Zainudin Fanani (tiga kanan) menyerahkan tapping box secara simbolis kepada Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi (dua kanan) sebagai alat monitoring transaksi usaha secara online. Hal ini dilakukan sebagai upaya akselerasi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Balikpapan. - JIBI/Sophia Andayani

Bisnis.com, BALIKPAPAN—Pemkot Balikpapan mendapatkan bantuan 50 unit alat monitoring transaksi usaha secara online atau Tapping Box oleh PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim Kaltara.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan upaya tersebut dilakukan dalam rangka percepatan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Balikpapan. Bertahap, dalam kurun waktu tiga tahun semua alat tersebut bisa difungsikan di sejumlah titik objek pajak seperti hotel, restoran dan café.

“Kita menargetkan minimal ada peningkatan sebesar 50 persen dengan terpasangnya alat tersebut pada objek-objek pajak, khususnya pajak di hotel dan restoran,” katanya, Kamis (21/3/2019).

Ia mengatakan semua hotel, restoran, dan tempat hiburan di Balikpapan akan dipasangi alat perekam transaksi tapping box mulai Januari 2019. Alat ini untuk mendukung transparasi pembayaran pajak oleh wajib pajak (WP) yang berasal dari ketiga usaha tersebut.

"Tapping box akan dipasang di hotel dan restoran, fungsinya untuk mencatat atau menangkap semua transaksi yang kemudian tercetak oleh printer point of sales,” jelas Rizal. 

Sebagai permulaan, tahun ini akan dipasang 25 alat Tapping Box tempat berbeda, meliputi 15 tapping box bantuan dari BPD Kaltim Kaltara dan 10 unit tapping box dari anggaran perubahan APBD tahun lalu. Namun, Pemkot Balikpapan akan terus melakukan percepatan pemasangan alat tersebut dalam kurun waktu tiga tahun kedepan mengingat jumlah objek pajak lebih dari 300 wajib pajak. 

Kepala Dinas Pendapatan Dearah (Dispenda) Kota Balikpapan Muhammad Nur menambahkan saat ini terdapat tiga inovasi layanan untuk penarikan pajak daerah yaitu mobile service, web service, dan tapping box. 

“Laporan bulan Februari contohnya di Exelco Balikpapan yang berlokasi di e-walk. Pendapatan pajaknya mencapai Rp.266 juta sebelumnya hanya mencapai Rp.197 juta per bulan,” pungkas Muhammad Nur. 

Sementara itu, Direktur Utama PT BPD Kaltim Kaltara Zainuddin Fanani mengatakan Pemkot Balikpapan menjadi pilot project yang akan diikuti oleh dearah-daerah di Kaltim dan Kaltara. “Kami melihat dari segi kesiapannya, Pemkot Balikpapan saat ini telah memiliki akses yan terkoneksi dengan sistem tapping box, jadi yang akan kita serahkan untuk tahap pertama ini sejumlah 15 unit. Semoga di daerah lain akan menyusul dalam waktu dekat,” tambah Zainuddin. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemkot balikpapan, bank kaltim, bank kaltimtara

Editor : Rachmad Subiyanto
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top