Harga Daging Ayam & Bawang Putih Jadi Sorotan Disdag Kalsel

Untuk menjamin ketersediaan stok dan keterjangkauan harga sembako jelang Ramadhan, Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel melakukan inspeksi mendadak ke salah satu pasar tradisional di Kota Banjarmasin.
Arief Rahman
Arief Rahman - Bisnis.com 30 April 2019  |  16:34 WIB
Harga Daging Ayam & Bawang Putih Jadi Sorotan Disdag Kalsel
Tim Satgas Pangan Kalsel saat berdialog bersama beberapa pedagang tradisional di Pasar Sentral Antasari Banjarmasin - Arief Rahman

Bisnis.com, BANJARMASIN- Untuk menjamin ketersediaan stok dan keterjangkauan harga sembako jelang Ramadhan, Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel melakukan inspeksi mendadak ke salah satu pasar tradisional di Kota Banjarmasin.

Kegiatan inspeksi mendadak sendiri dilakukan di Pasar Sentral Antasari Banjarmasin, Selasa (30/04/2019) bersama Tim Satgas Pangan yang meliputi unsur Dinas Perdagangan Kalsel, Bulog Divre Kalsel, Kepolisian hingga Perwakilan Kementrian Perdagangan.

"Kegiatan inspeksi ke Pasar Tradisional memang rutin kita lakukan tiap tahun jelang momen Ramadhan. Tujuannya untuk memastikan ketersediaan stok dan harga sembako dipasaran aman dan kompetitif untuk masyarakat," tegas Kepala Disdag Kalsel Bierhasani disela kegiatan.

Dalam inspeksi mendadak kali ini, diakuinya masih ada beberapa komoditas sembako harganya cukup membebani masyarakat. Salah satunya komoditas jenis daging ayam dan bawang putih.

"Untuk Daging Ayam kini dijual dengan kisaran harga bervariasi dari Rp34.000 - Rp35.000 perekor, padahal sebelumnya hanya Rp32.000 perekor. Kenaikan sendiri akibat harga beli yang sudah naik lebih dulu ditingkatan peternak," ungkapnya.

Sedangkan untuk Bawang Putih kini sudah dibandrol Rp50.000 perkilonya, padahal untuk harga normalnya biasanya hanya berkisar Rp21.000 perkilonya. Kenaikan sendiri diakibatkan oleh kekosongan stok dari tingkat distributor.

"Untuk Bawang Putih kita masih usahakan  agar pasokannya bisa segera datang ke Kalsel kepada Pemerintah Pusat. Dengan demikian harga pun bisa segera berangsur turun sebelum momen Ramadhan tiba," tambahnya.

Dalam kesempatan ini dirinya pun mengingatkan kepada para pedagang di Pasar Tradisional untuk tidak mengambil keuntungan yang berlebihan di momen Ramadan. Kemudian bagi masyarakat juga diingatkannya untuk tidak membeli barang secara berlebihan.

"Kami akan terus melakukan pemantauan langsung ke pasar Tradisional hingga jelang lebaran tiba untuk memastikan agar harga dan pasokan sembako aman untuk masyarakat," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kalimantan Selatan, Ramadan

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top