14 Perusahaan Masuk Konsorsium Kembangkan Maratua

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengatakan akan ada 14 perusahaan yang siap mengembangkan Maratua sebagai destinasi wisata di Kalimantan Timur bersama Seychelles.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 15 Mei 2019 17:26 WIB
Bandara Maratua di Kepulauan Derawan. - www.humaspemdaberau.com

Bisnis.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengatakan akan ada 14 perusahaan yang siap mengembangkan Maratua sebagai destinasi wisata di Kalimantan Timur bersama Seychelles.

Plt. Sekretaris Daerah Meiliana mengatakan dalam upaya menjadikan Maratua sebagai area wisata blue ecotourism, telah ada rencana kesepakatan 14 perusahaan swasta lokal asal Indonesia untuk membentuk konsorsium bersama Pemerintah Negara Seychelles.

“Itu [kesepakatan] belum ditandatangani. Nanti statusnya swasta. Di dalamnya ada 13 konsorsium perusahaan lokal,” kata Meiliana di Pendopo Lamin Etam, Rabu (15/5/2019).

Perusahaan hasil konsorsium yang direncanakan bernama PT Pembangunan Pulau Nusantara sebagai modal awal akan mengumpulkan Rp100 juta untuk setiap perusahaan.

Selain itu, pengembangan Kepulauan Maratua akan didukung dengan dana hibah dari Pemerintah Seychelles sekitar Rp50 miliar. Adapun dana hibah itu digunakan untuk peningkatan sanitasi, pelabuhan, dan infrastruktur penunjang.

Menurut Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Zairin Zain menyatakan dana hibah Rp50 miliar dari Pemerintah Seychelles sampai hari ini belum masuk karena masih dalam penyusunan masterplan pembangunan oleh konsorsium.

Adapun saat ini Bappeda Kaltim juga melakukan peninjauan ulang tata ruang sebagai bahan penyusunan masterplan pembangunan Maratua.

“Kita juga sudah siapkan tata ruang dari Maratua. Kita batasi dimana saja yang kita kembangkan. Jangan sampai merusak terumbu karang yang ada,” papar Zairin.

Selain untuk menjaga kawasan terumbu karang, peninjauan tata ruang ini kata Zairin untuk mencegah kerugian masyarakat.

Pasalnya, sudah banyak homestay milik penduduk lokal yang perlu dipastikan tidak terkena dampak pembangunan dari perusahaan yang akan masuk di Maratua. Sebaliknya, justru geliat usaha masyarakat setempat ikut bertumbuh.

“Tidak terdampak ya. Di Seychelles juga yang berkembang itu homestay dari masyarakat,” jelas Zairin.

Dia menyatakan, nantinya 14 perusahaan tersebut akan membangun hotel, resort, dan beberapa fasilitas bagi wisatawan di Kepulauan Maratua.

Zairin menyebut salah satu perusahaan yang ikut konsorsium adalah perusahaan yang berafiliasi dengan perusahaan rokok lokal yakni Djarum Group. Namun ketika dikonfirmasi lebih lanjut, Zairin enggan memberi komentar.

Selain itu juga perluasan runway untuk memberi ruang lebih bagi pendaratan pesawat pribadi wisatawan. Pembenahan infrastruktur dan fasilitas homestay masyarakat lokal menjadi sangat penting kata Zairin untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.

“Rp50 miliar baru awal persiapan. Tapi keseluruhan pembangunan bisa Rp2 triliun sampai Rp3 triliun. Penggunaan Rp50 miliar itu nanti konsorsium yang gunakan,” terang Zairin.

Zairin menyebut dengan kerjasama dan pembangunan ini, Pemprov Kaltim akan menerima pendapatan. Misalnya saja dari retribusi usaha yang berada di lokasi tersebut.

Selain itu dari Pemprov Kaltim akan menerima pendapatan dari sejumlah pajak yang dibebankan kepada pelaku usaha di Maratua.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kaltim, Maratua

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top
Tutup