Aktivitas Bisnis Tersendat karena Karhutla, Ini Curhatan Pengusaha

Kalangan pengusaha menilai kabut asap yang terjadi di Pulau Kalimantan telah melumpuhkan aktivitas ekonomi. Penilaian itu disampaikan mengingat penerbangan di Kalimantan banyak yang mengalami penundaan, pengalihan, hingga pembatalan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 22 September 2019  |  20:51 WIB
Aktivitas Bisnis Tersendat karena Karhutla, Ini Curhatan Pengusaha
Ilustrasi-Pengendara melintas di Jembatan Kahayan yang diselimuti kabut asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (15/9/2019). Kota Palangka Raya kembali diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah di Kalimantan Tengah sehingga menimbulkan aroma yang menyengat dan menggangu aktivitas warga. - Antara

Bisnis.com, BALIKPAPAN— Kalangan pengusaha menilai kabut asap yang terjadi di Pulau Kalimantan telah melumpuhkan aktivitas ekonomi. Penilaian itu disampaikan mengingat penerbangan di Kalimantan banyak yang mengalami penundaan, pengalihan, hingga pembatalan.

Kabut asap mengepung Pulau Kalimantan, baik Kaltim hingga Kalbar semua terdampak kabut asap yang bersumber dari Kalteng.

Ketua Kamar Dagang dan Idustri Balikpapan Yaser Arafat mengatakan sejumlah rekan pengusaha yang berangkat dari Pontianak banyak yang tertahan di sana. Mereka harus ke Jakarta atau ke Balikpapan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan bisnisnya.

“Sampai tiga hari tertunda di Pontianak. Mau pergi batal. Bagi kami itu sangat merugikan. Banyak waktu yang terbuang karena aktivitas udara ini lumpuh. Kondisi tersebut berdampak cukup signifikan terhadap dunia usaha. Sejumlah pengusaha juga menghentikan operasionalnya untuk sementara. Paling parah, bisa menggerus pendapatan usaha,” jelasnya, Minggu (22/9/2019).

Kabut asap ini juga berdampak pada kesehatan karyawan. Kasus ISPA di Kalbar dan Kalteng mengalami peningkatan. Dampaknya, banyak karyawan yang izin kerja. Izinnya sejumlah karyawan juga turut mengganggu aktivitas perusahaan.

“Dari curhatan pengusaha sudah ada beberapa pekerjanya yang tidak masuk karena sakit. Dari sini tentu kinerja perusahaan bakal menurun,”imbuhnya.

Tak hanya itu, kejadian ini berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat lantaran banyakyang memilih berdiam di rumah, bahkan meninggalkan kawasan kepulan asap untuk sementara. Masyarakat menghentikan kegiatan konsumsi atau aktivitas di luar ruangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kalimantan, Kabut Asap

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top