Dana Desa di Kaltim Diharapkan Terserap Maksimal Akhir Tahun

Realisasi penyerapan dana desa di provinsi Kalimantan Timur dipastikan terserap maksimal pada kuartal akhir tahun ini.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  17:15 WIB
Dana Desa di Kaltim Diharapkan Terserap Maksimal Akhir Tahun
Dana desa - Ilustrasi

 Bisnis.com, BALIKPAPAN --- Realisasi penyerapan dana desa di provinsi Kalimantan Timur dipastikan terserap maksimal pada kuartal akhir tahun ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim M Jauhar Efendi mengatakan progres penyerapannya akan sejalan dengan tujuan pendanaan yaitu pelayanan publik, pengentasan kemiskinan, mengurangi kesenjangan antar desa hingga pengembangan ekonomi masyarakat.

"Penyerapan (nilainya) terus bergerak, dan kuartal akhir nanti bisa terlihat secara maksimal," jelasnya Selasa (1/10/2019).

Dia memerinci penyerapan dana desa selama program berjalan tercatat telah mencapai 13.216 kegiatan bidang pembangunan pada 2015-2018 yang dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Timur. Pasalnya, saat ini program dana desa masih terus dijalankan oleh 841 desa.

Total dana desa yang diberikan sejak periode 2015 -2019 senilai Rp3,074 triliun. Dana tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan di bidang pembangunan desa dan bidang pembangunan masyarakat desa.

Menurutnya alokasi dana desa tersebut digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan, tetapi masih didominasi pada pembangunan. 

Dia mengharapkan ke depannya perangkat desa juga memprioritaskan sektor pemberdayaan masyarakat karena penguatan ekonomi juga terletak pada pemberdayaan.

Adapun sejumlah hasil pelaksanaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Provinsi Kaltim yaitu pembangunan jalan desa sepanjang 1,68 juta meter, pembangunan jalan desa sepanjang 75.712 meter, pembangunan Pasar Desa 130 unit, pendirian BUMDes 146 unit, pembangunan tambatan perahu 168 unit dan pembangunan embung 98 unit.

Selanjutnya pembangunan irigasi 254 unit, pembangunan sarana olahraga 240 unit, pembangunan penahan perahu 549 unit, pembangunan sarana air bersih 2.442 unit, pembangunan MCK 327 unit, dan pembangunan polindes 72 unit.

Termasuk pembangunan drainase sepanjang 202.438 meter, pembangunan PAUD 342 unit, pembangunan posyandu 289 unit dan pembangunan sumur air 457 unit.

Saat ini program pembangunan desa dan pemberdayaan kini sudah memasuki tahun kelima. Dia menyebutkan masing-masing desa diberikan Rp1 miliar dana desa dari pemerintah pusat.

Adapun mekanisme penyaluran dana tersebut sari rekening kas negara langsung meluncur ke rekening kas daerah kemudian dilanjutkan rekening kas desa. Kemudian dilanjutkan dengan program pembangunan dan pemberdayaan.

Lebih jauh Jauhar Efendi mengatakan pemerintah melalui Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal,juga menggunakan dana desa untuk mengurangi angka kemiskinan.

"Program ini salah satu upaya Kemendes meningkatkan kualitas penggunaan dana desa. Terutama meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi serta mempersiapkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing," ujarnya.

Sementara itu Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor mengatakan dana desa juga bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat desa, mendukung kegiatan ekonomi desa serta peningkatan kapasitas kelompok masyarakat.

Selain berhati-hati dalam pengelolaan dana desa, Isran  juga meminta agar setiap desa membentuk badan usaha milik desa (Bumdes). Sebagai upaya untuk mendorong dan menampung seluruh kegiatan peningkatan pendapatan masyarakat.

"Dengan Bumdes, mampu memaksimalkan potensi masyarakat desa dari aspek ekonomi, sumber daya alam dan sumber daya manusia. Terlebih menyerap tenaga kerja, meningkatkan kreativitas dan membuka peluang usaha ekonomi produktif dalam peningkatan perekonomian masyarakat desa," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dana desa, kaltim

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top