Kaltim Targetkan Lahirnya 100 Pengusaha per Tahun

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan dapat melahirkan 100 pengusaha di sektor UMKM per tahunnya.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 30 Oktober 2019  |  17:03 WIB
Kaltim Targetkan Lahirnya 100 Pengusaha per Tahun
Perahu nelayan melintas di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (23/10/2019). Teluk Balikpapan menjadi pintu masuk ibu kota negara Penajam Paser Utara melalui jalur laut, lebar mulut teluk mencapai 5-7 kilometer, panjang kurang lebih 80 kilometer dengan kondisi perairan yang tenang. - Antara/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan dapat melahirkan 100 pengusaha di sektor UMKM per tahunnya.

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Balikpapan, Doortje Marpaung, mengatakan program itu berasal dari pemprov sebanyak 100 pengusaha UMKM dalam 1 tahun.

“Namun, memang belum bisa 100% realisasinya. Masih sekitar 70% - 80%. Untuk merealisasikannya tentu tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu dukungan dari pihak swasta,” ucapnya.

Hal itu lanjut dia dapat didorong melalui kemudahan layanan berbasis digital.
Dia menjelaskan, sejak platform digital hadir cukup banyak membantu mengembangkan usaha sektor UMKM.

“Angka pastinya saya belum melakukan penelitian. Namun, dari data yang masuk pertumbuhan dalam belakangan ini cukup pesat,” imbuhnya.

Doortje menyebutkan, untuk kota minyak sendiri masih ada sekitar 350 pengusaha yang pihaknya selalu lakukan pengawasan secara rutin terkait pengembangannya.

Menurutnya kolaborasi dengan swasta dan layanan digital menjadi diperlukan karena tak bisa hanya mengandalkan dana ABPD. Peran swasta dapat dilakukan melalui pelatihan.

Dia menekankan terjalinnya komunikasi dua arah dapat membuat masyarakat termotivasi untuk merealisasikan target pemerintah.

Sementara itu, Mulawarman Head of Regional Corporate Affairs Gojek for East Indonesia mengatakan pelatihan UMKM untuk mitra Gojek di Balikpapan saat ini hanya baru sekali diadakan.

Pihaknya berharap pelatihan ini dapat berkelanjutan. Pasalnya sebagai perusahaan teknologi yang mempertemukan antara permintaan dengan suplai yang ada.

"Kita juga fokus ke pemberdayaan sektor informal, dimana mereka tidak mendapatkan pendidikan yang proper (sesuai) wirahusaha," katanya.

Saat ini, Gojek membuka layanan kepada UMKM dengan aplikasi GOBIS yang tidak dikenakan biaya.

Aplikasi GOBIS ini menghubungkan dengan aplikasi GO Food yang bisa mengatur menu sendiri, mereka bisa menghendel sesuai kemampuan UMKM.

"Dari situ tidak ada alasan lagi, mau usaha tapi tidak ada modal, sekarang sudah eranya digital. Semua bisa berwirausaha," tekannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kaltim, balikpapan

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top