Investor Korsel Minat Bangun Pengolahan Air Bersih di Balikpapan

Pemerintah kota Balikpapan melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sedang mengkaji rencana kerja sama lebih lanjut dengan investor Korea Selatan Shinan Intertalk Inc. dalam menambah pasokan air bersih.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 02 Desember 2019  |  17:06 WIB
Investor Korsel Minat Bangun Pengolahan Air Bersih di Balikpapan
Ilustrasi proyek Sistem Penyediaan Air Minum - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Pemerintah kota Balikpapan melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sedang mengkaji rencana kerja sama lebih lanjut dengan investor Korea Selatan Shinan Intertalk Inc. dalam menambah pasokan air bersih.

Selama ini penyediaan air baku untuk masyarakat Balikpapan, baru dicukupi dari Waduk Manggar dengan kapasitas produksi 900 liter perdetik, dan 21 sumur yang tersebar di wilayah Balikpapan.

Perwakilan Shinan Roy Halim mengatakan pembangunan water treatment plant (WTP) atau instalansi pengolahan air sebanyak 2.000 liter per detik hingga 3.000 liter per detik dibutuhkan sebagai antisipasi lonjakan penduduk yang lebih besar sejalan dengan rencana IKN.

Apalagi, saat ini kota minyak sendiri masih mengalami defisit air hingga mencapai 700 liter per detik.

Roy menyebutkan pada tahap awal ini akan memetakan sumber air bersih terlebih dahulu di sumur dalam di Balikpapan. Pasalnya negri ginseng memiliki teknologi yang memungkinkan untuk kedalaman sumber 200 meter hingga 500 meter. Nilai Investasi proyek ini diperkirakan menelan hingga US$100 juta.

Selain itu pihaknya juga memasukkan opsi dalam mengambil sumber dari sungai Mahakam serta desalinasi air laut dalam menambah pasokan air bersih.

Termasuk juga dengan memanfaatkan dari kota tetangga seperti Penajam Paser Utara. Namun, hal tersebut bukan prioritas karena perizinannya membutuhkan persetujuan pemda. Sementara untuk sungai Mahakam telah memperoleh restu dari pemerintah pusat.

“Jadi nanti membuat Mou dengan PDAM Balikpapan. Dari situ tim Korea menurunkan tim ahli mensurvei sumber air baku. Kami mau bangun WTP berserta sumber air bakunya. Karena perkiraan kami dengan IKN defisit akan lebih besar,” katanya Senin (2/12/2019).

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, pihak Korsel lebih condong untuk memanfaatkan sumur tanah karena hal itu lebih lebih murah dibandingkan dengan mengambil air dari Sungai Mahakam yang jaraknya mencapai 100 km. Rizal menyebutkan bahwa seluruh kajian dilakukan oleh investor.

Proyek ini keseluruhan masih dalam tahap awal, seperti investor korea itu sangat berminat sekali, kita minta mengirimkan timnya dulu.

"Kami juga sudah menyampaikan bahwa akan mempertimbangkan semua. Memasok harga air baku dan produksinya sebab di Indonesia dalam sosial dan komersial yang harganya dibawah nanti mereka akan melakukan penelitian dan survei kajiannya akan dilihat dulu,” tekannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi korsel, balikpapan, air bersih

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top