Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Nilai Tukar Petani Kalbar Turun 0,11 Persen pada November 2019

Nilai tukar petani (NTP) Kalimantan Barat mengalami penurunan sebesar 0,11% atau dari 93,96 poin pada Oktober 2019 menjadi 93,86 poin.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 14 Desember 2019  |  14:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Nilai tukar petani (NTP) Kalimantan Barat mengalami penurunan sebesar 0,11% atau dari 93,96 poin pada Oktober 2019 menjadi 93,86 poin.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar Pitono mengatakan penyebab penurunan NTP Kalbar karena indeks harga diterima petani turun sebesar 0,02% dan indeks harga yang dibayar petani naik 0,09%.

Indeks harga yang diterima petani dipengaruhi oleh turunnya harga hortikultura sebesar 0,46%, tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,74%, perikanan sebesar 0,96%.

"Dan subsektor lainnya yang naik yaitu tanaman pangan dan peternakan masing-masing naik 0,72% dan 0,63%," kata Pitono dari siaran resmi statistik dikutip Bisnis, Sabtu (14/12/2019).

Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani didukung oleh indeks konsumsi rumah tangga naik 0,07%, indeks biaya produksi dan penambahan barang modal yang naik 0,12%.

Apabila dibandingkan dengan provinsi lain di Kalimantan, NTP Kalbar lebih baik dibandingkan dengan provinsi Kalimantan Timur yang mengalami penurunan sebesar 0,38%.

Sementara NTP tertinggi adalah Kalimantan Selatan sebesar 1,06%, Kalimantan Tengah sebesar 0,36%. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kalbar nilai tukar petani
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top