Ini Kapasitas TPA Regional Banjarbakula yang Diresmikan Jokowi

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah regional Banjarbakula yang berada di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (7/2/2020) diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  23:27 WIB
Ini Kapasitas TPA Regional Banjarbakula yang Diresmikan Jokowi
TPA sampah Regional Banjarbakula punya kapasitas 790 ton per hari - Kementerian PUPR
 
Bisnis.com, JAKARTA -- Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah regional Banjarbakula dengan kapsitas 790 ton per hari di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (7/2/2020) diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. 
 
Pembangunan TPA Regional Banjarbakula dilakukan oleh Kementerian PUPR dan didukung Pemerintah Kabupaten/Kota. 
 
Pembangunannya dilakukan sejak 12 Mei 2017 dan telah rampung pengerjaan pada 30 November 2018 dengan anggaran sebesar Rp149 miliar dalam bentuk kontrak tahun jamak (multiyears contract) yaitu 2017-2018.
 
TPA regional tersebut mampu melayani kapasitas maksimal 790 ton per hari yang dihasilkan oleh sekitar 2,6 juta jiwa di lima kabupaten/kota di Kawasan Metropolitan Banjarbakula.
 
Kawasan ini mencakup Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, dan Kabupaten Barito Kuala.
 
Presiden Joko Widodo mengatakan pengelolaan sampah adalah hal yang tidak mudah apalagi dalam lingkup wilayajh yang besar seperti provinsi. Untuk itu, Jokowi mengapresiasi model TPA sampah yang melibatka  pemerintah pusat dan pemda di Provinsi Kalimantan Selatan. 
 
"Ini menjadi contoh yang baik bahwa sinergi itu bisa dilakukan, tidak perlu ada ego kedaerahan," katanya, dalam keterangan resminya, Jumat (7/2/2020). 
 
Presiden menambahkan permasalahan sampah harus dikelola secara serius karena jumlahnya akan terus berjalan seiring pertambahan penduduk. Oleh karena itu, TPA sampah juga perlu didukung fasilitas dan teknologi pengelolaan yang modern serta sistem manajemen yang baik.
 
Dia mencontohkan seperti TPA Sampah Regional Banjarbakula yang telah dilengkapi teknologi pengolahan air lindi berkapasitas 1,5 liter/detik dan menggunakan sistem sanitary landfill sehingga kawasan di sekitar tidak tercemar dan bau dari timbunan sampah. 
 
Adapun cara kerja sistem sanitary landfill ini sampah yang masuk adalah sampah sisa atau 30% dari sampah awal yang telah dipilah. Sampah kemudian dilapis tanah. Berbeda dengan sistem open dumping, sampah hanya dibuang begitu saja tidak diproses lebih lanjut. 
 
"Meskipun TPA sudah bagus, masyarakat harus tetap dilatih untuk bisa secara mandiri belajar mengolah dan meminimalkan sampah rumah tangga lewat konsep reuse, reduce dan recycle," katanya. 
 
Untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya juga memberikan hibah alat berat kepada pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berupa 1 unit excavator dan 1 unit loader. 
 
Pembangunan TPA sampah Regional Banjarbakula merupakan dukungan Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya kepada Pemerintah Daerah. 
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, infrastruktur, Kalimantan Selatan, pengolahan sampah

Editor : Yustinus Andri DP
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top