Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kaltim Susun Model Bisnis demi Gaet Investor di Sektor Wisata

Kalimantan Timur mengebut target-target kerja dari berbagai lini menyambut perpindahan ibu kota negara baru dari Jakarta ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Salah satunya di sektor pariwisata.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 28 Februari 2020  |  17:58 WIB
Ilustrasi. Ratusan warga berkumpul untuk membersihkan pesisir Pantai Kilang Mandiri di Balikpapan, Kalimantan Timur - Antara
Ilustrasi. Ratusan warga berkumpul untuk membersihkan pesisir Pantai Kilang Mandiri di Balikpapan, Kalimantan Timur - Antara

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Kalimantan Timur mengebut target-target kerja dari berbagai lini menyambut perpindahan ibu kota negara baru dari Jakarta ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Salah satunya di sektor pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim), Sri Wahyuni mengatakan bahwa seluruh perangkat daerah yang ada di 10 kabupaten dan kota dikumpulkan. Kemudian dibuat kelompok sadar wisata (pokdarwis). Tujuannya menyamakan persepsi. Pengembangan wisata harus ada sinergi dan satu persepsi agar tidak tumpang tindih kebijakan.

“Misi kedua Pak Gubernur [Kaltim Isran Noor] adalah pemberdayaan ekonomi wilayah dan ekonomi masyarakat. Nah, pariwisata salah satu sektor yang masuk di dalam ekonomi wilayah dan masyarakat,” katanya di Balikpapan, Kaltim, Jumat (28/2/2020).

Yuni menjelaskan bahwa pokdarwis bisa membuat paket wisata membangun desa melalui pendampingan kepada masyarakat setempat. Yang tadinya tidak dikenal menjadi dikentahui khalayak. Awalnya wisata desa menjadi desa wisata.

Pemberdayaan harus dilakukan karena yang masyarakat setempat yang mengelola semuanya mulai dari kuliner, budaya, hiburan, hingga kerajinan tangan. Di situlah peran pokdarwis menggali potensi yang ada.

Agar fokus, Kaltim menunjuk lima pokdarwis unggulan. Mereka akan menjadi model acuan. Syaratnya harus dikerjakan bersama lintas instansi.

Yang jadi masalah dalam pengembangan wisata adalah dana. Anggaran tahun lalu khusus pariwisata hanya sekitar Rp18 miliar. Di sisi lain hingga kini belum ada investor yang tertarik menanamkan modal.

Yuni menuturkan bahwa Kaltim akan menjemput bola. Tahun ini sedang direncanakan membuat bisnis model kawasan pengembangan.

“Nanti dari bisnis model itu jadi bahan pemerintah provinsi untuk berikan informasi kepada investor. Ini loh sektor yang anda bisa masuk. Misalnya dari sektor hotel, taman wisata, restoran, dan lain-lain. Nanti kita buat forum investasi. Tapi sebelum buat forum itu kan harus ada bisnis modelnya,” jelasnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim balikpapan
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top