Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kaltim Kariangau Terminal Kembali Buka Direct Call dari Balikpapan

PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) membuka kembali pelayaran rute internasional atau direct call dengan ditandai bongkar muat di Terminal Peti Kemas Kariangau. 
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  15:49 WIB
Kapal MCC Kyoto berkapasitas angkut 1.500 TEUs bersandar di Terminal Peti Kemas guna melayani direct call. - JIBI/Istimewa
Kapal MCC Kyoto berkapasitas angkut 1.500 TEUs bersandar di Terminal Peti Kemas guna melayani direct call. - JIBI/Istimewa

Bisnis.com, BALIKPAPAN—PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) membuka kembali pelayaran rute internasional atau direct call dengan ditandai bongkar muat di Terminal Peti Kemas Kariangau. 

Direktur Utama PT Kaltim Kariangau Terminal Muhammad Basir mengungkapkan pihaknya didukung oleh SeaLand sebagai anak usaha dari Maersk Line Group. Dia mengaku tidak mudah untuk menggaet perusahaan pelayaran internasional tetapi pihaknya mampu membuktikan bahwa Kalimantan Timur memiliki potensi komoditas ekspor yang cukup baik.

Dalam pelayaran perdana yang dilakukan pada Senin (30/3) tersebut, Sea Land melakukan bongkar 28 box dan muat 13 box kontainer untuk dibawa langsung ke luar negeri. “Adapun komoditas yang diangkut antara lain hasil laut seperti rumput laut dan udang, CPO serta kayu olahan,” katanya ketika dihubungi, Senin (30/3/2020).

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan pelayaran yang dilakukan oleh KKT melengkapi kegiatan direct call yang dilakukan Pelindo IV. KKT merupakan perusahaan konsorsium antara Pelindo IV dan Perusda Melati Bhakti Satya. 

“Walaupun saat ini sedang ada bencana wabah virus corona di Indonesia dan beberapa negara lainnya, tapi Alhamdulillah Pelindo IV ketiban rejeki dengan direct call perdana kapal milik Sealand dari Balikpapan,” tutur Farid. 

Farid memaparkan SeaLand menggunakan kapal MCC Kyoto berkapasitas angkut 1.500 TEUs dengan rute Filipina, Thailand, China, Malaysia, Makassar, Balikpapan, Filipina, China dan Thailand. Rute tersebut, kata Farid, merupakan rute yang baru dibuka. Ke depan juga akan dibuka rute ke India, tetapi masih dalam tahap penjajakan. 

Sandarnya MCC Kyoto di dermaga KTT juga sudah melalui SOP pemeriksaan terkait wabah virus corona, terutama untuk kapal asing yang masuk. Tentunya bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan beberapa instansi pelabuhan setempat.

Dia menuturkan bahwa saat ini potensi ekspor khususnya dari Kalimantan Timur cukup besar. Tercatat ada delapan perusahaan yang setiap bulan berkontribusi lumayan besar terhadap aktivitas ekspor di wilayah tersebut, di antaranya PT Balikpapan Forest Industri, PT Herman Group, PT Sumalindo Lestari Jaya, PT Linda Hanta Wijaya, PT Cipta Krida Bahari, PT Korindo dan PT Tirta Mahakam serta eksportir lainnya di wilayah Kaltim.

“Total kontribusi dari delapan perusahaan yang aktif melakukan kegiatan ekspor impor di wilayah Kaltim tersebut mencapai 783 box kontainer per bulan dengan komoditas yang dikirim antara lain plywood dan rumput laut,” tuturnya.

Farid mengatakan, hampir semua kegiatan ekspor impor di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara melalui Terminal Petikemas (TPK) Kariangau sebagai hub port dengan empat perusahaan pelayaran yang dilayani yaitu PT SPIL, Meratus, TemasLine dan PT Tanto Intim Line.

“Ada beberapa keuntungan yang didapat pengusaha dengan melakukan direct call ke negara tujuan, dibandingkan harus melalui Jakarta atau Surabaya. Yakni ada efisiensi biaya sebesar kurang lebih 50%, terjadi efisiensi waktu antara 9 – 15 hari, barang tidak rusak karena tidak lagi ada double handling, serta dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena Surat Keterangan Asal (SKA) barang diterbitkan oleh daerah asal,” jelasnya.

Dia menambahkan, selama ini Makassar selalu menjadi hub untuk direct call dan direct export dari Kawasan Timur Indonesia (KTI). Dengan direct call yang dilakukan SeaLand dari Terminal Petikemas Kariangau, maka sudah ada tiga pelabuhan kelolaan Pelindo IV yang melakukan kegiatan pelayaran langsung ke luar negeri, yaitu TPM, Makassar New Port (MNP) dan KKT.

Menurutnya, sebelumnya juga sudah pernah ada direct call dari Balikpapan yang dilakukan oleh perusahaan pelayaran internasional asal Hongkong, SITC, namun dengan rute yang berbeda yakni Makassar, Asia Timur, Eropa dan Amerika.

“Sekarang SeaLand membuka rute baru dengan konsolidasi ekspor dari Kaltim dan Kaltara menggunakan fasilitas ekspor yang ada di KKT,” ujar Farid.

Dengan direct call yang dilakukan SeaLand, diyakini Balikpapan dan Kaltim serta Kaltara pada umumnya akan semakin maju akibat pertambahan volume ekspor di KKT, yaitu terminal petikemas hasil kerja sama PT Pelindo IV dengan Pemprov Katim. “Masuknya SeaLand ke Balikpapan juga sebagai wujud komitmen Pelindo IV dengan Gubernur Kaltim untuk mendukung ekspor wilayah tersebut,” tegasnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kaltim Kariangau
Editor : Rachmad Subiyanto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top