Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investasi Kaltim Kuartal I Sebesar Rp4,64 Triliun, Setengah dari Tahun Lalu

Capaian realisasi investasi pada triwulan I 2020 mengalami penurunan sebesar 49,8 persen dibandingkan triwulan I 2019 sebesar Rp 9,24 triliun.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  20:30 WIB
Kapal tunda menarik muatan batubara melintasi sungai Mahakam, di Samarinda, Kaltim. - REUTERS/Beawiharta
Kapal tunda menarik muatan batubara melintasi sungai Mahakam, di Samarinda, Kaltim. - REUTERS/Beawiharta

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Kalimantan Timur memiliki realisasi investasi pada 2020 sebesar Rp21,30 Triliun. Pada triwulan I tahun ini, tercatat realisasi investasi mencapai Rp4,64 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Timur (Kaltim), Abdullah Sani mengatakan bahwa total realisasi kuartal pertama terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp3,71 triliun dan penanaman modal asing (PMA) US$64,93 juta atau Rp0,93 triliun.

"Capaian realisasi investasi pada triwulan I 2020 mengalami penurunan sebesar 49,8 persen dibandingkan triwulan I 2019 sebesar Rp 9,24 triliun. Sedangkan jika dibandingkan dengan target realisasi investasi tahun ini yang sebesar Rp21,30 triliun maka baru mencapai 21,78 persen," katanya, Selasa (19/5/2020).

Sani menjelaskan bahwa sebanyak 439 proyek terserap dari PMDN. Berdasarkan sebaran lokasinya, Berau mendapat kucuran investasi paling besar, yaitu Rp1,88 Ttriliun atau 50,67 persen dari keseluruhan PMDN.

Investasi terbesar kedua sebesar Rp0,72 triliun atau 19,40 persen berada di Kutai Barat. Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi kontributor terbesar ketiga yaitu mencapai Rp360,35 miliar atau 9,70 persen.

Dilihat berdasarkan sektor usaha, yang paling besar mendapat modal adalah tanaman pangan dan perkebunan yang mencapai Rp2,17 Triliun atau berkontribusi 58,49 persen dari seluruh bisnis.

Pertambangan berada di urutan kedua sebesar Rp957,11 miliar atau 25,82 persen. Sedangkan industri makanan terbesar ketiga mencapai Rp379,01 miliar atau 10,23 persen.

Sementara realisasi PMA menyerap 106 proyek. Kucuran investasi terbesar ada di Kutai Timur dengan nilai US$26,91 juta atau Rp387,60 milliar (41,45 persen dari total realisasi PMA).

Kabupaten Kutai Kartanegara terbesar kedua yaitu mencapai US$16,10 juta atau Rp231,94 miliar (24,80 persen). Sedangkan Kabupaten Paser merupakan kontributor ketiga yaitu sebesar US$11,01 juta atau sebesar Rp158,65 miliar (16,97 persen). Persentase kontribusi kabupaten/kota lainnya berkisar 7,52 persen hingga 0,14 persen.

Berdasarkan sektor usaha, pertambangan mendapatkan tambahan investasi terbesar yaitu US$38,73 juta (Rp557,74 miliar) atau sebesar 59,65 persen dari keseluruhan realisasi PMA.

Kontribusi yang cukup besar lainnya adalah industri mineral non logam yaitu sebesar US$15,43 juta (Rp222,30 miliar) atau 23,77 persen. Selanjutnya adalah tanaman pangan dan perkebunan sebesar US$5,03 juta (Rp72,46 miliar) atau 7,75 persen.

“Secara keseluruhan terdapat sekitar 9 subsektor usaha yang berkontribusi terhadap nilai investasi PMA pada triwulan I tahun 2020,” jelas Sani.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi kaltim
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top