Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sentarum Banjir, 216 Rumah di Dekat Perbatasan Malaysia Terendam

Lokasi korban banjir berada di tiga desa di pesisir Danau Sentarum, Kecamatan Batang Lupar, daerah perbatasan Indonesia - Malaysia, wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 September 2020  |  13:45 WIB
Kondisi banjir di pesisir kawasan Danau Sentarum, daerah perbatasan Indonesia - Malaysia, Kecamatan Batang Lupar, wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. - Antara/Dokumen
Kondisi banjir di pesisir kawasan Danau Sentarum, daerah perbatasan Indonesia - Malaysia, Kecamatan Batang Lupar, wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. - Antara/Dokumen

Bisnis.com, PUTUSSIBAU - Warga di perbatasan Indonesia-Malaysia diterjang bencana banjir.

Akibat luapan air Danau Sentarum yang makin meluas 216 rumah penduduk terendam banjir.

Lokasi korban banjir berada di tiga desa di pesisir Danau Sentarum, Kecamatan Batang Lupar, daerah perbatasan Indonesia - Malaysia, wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

"Debit air masih naik, saat ini ada 216 rumah penduduk terendam di tiga desa Kecamatan Batang Lupar," kata Ilham, Camat Batang Lupar, saat dihubungi Antara di Putussibau, Ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Selasa (29/9/2020).

Tiga desa terdampak banjir yaitu Desa Melemba, Sepandan dan Desa Lanja Deras. Ketinggian air rata- rata satu hingga tiga meter.

Menurut Ilham di Desa Melemba ada 26 rumah terendam terdiri atas 38 kepala keluarga, tiga fasilitas umum juga terendam. Kerugian berkisar Rp40-75 juta.

Di Desa Sepandan, banjir merendam 95 rumah penduduk dengan 105 kepala keluarga. Delapan fasilitas umum juga terendam. Kerugian sekitar Rp40 - 100 juta.
 
Sedangkan di Desa Lanjak Deras, banjir merendam 95 rumah penduduk terdiri atas 120 kepala keluarga. Delapan fasilitas umum terendam. Kurgian berkisar Rp40 - 100 juta.
 
"Kami sudah melaporkan kondisi banjir itu ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kapuas Hulu," kata Ilham.

Dikatakan Ilham, akibat banjir, aktivitas masyarakat lumpuh terutama perekonomian masyarakat setempat.

Ia mengimbau agar masyarakat tetap waspada dengan kondisi banjir. Apabila ada masyarakat yang ingin mengungsi, pihak Kecamatam Batang Lupar telah menyiapkan posko pengungsian,.

Sampai saat ini masyarakat memilih bertahan di rumah masing-masing dengan membuat panggung dalam rumah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir kalimantan barat

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top