Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kaltim Revisi Rencana Pembangunan, Bidik Investasi Rp34,73 Triliun

Tantangan investasi Kaltim seperti regulasi, keterbatasan infrastruktur pendukung, dan ketersediaan akses informasi yang masih terbatas.
Muhammad Mutawallie Sya'rawie
Muhammad Mutawallie Sya'rawie - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  07:05 WIB
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintasi sungai Mahakam, di Samarinda, Kalimantan Timur.. - JIBI/Paulus Tandi Bone
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintasi sungai Mahakam, di Samarinda, Kalimantan Timur.. - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menargetkan investasi sebesar Rp34,73 triliun pada 2021.

Berdasarkan data DPMPTSP Kaltim, Penanaman Modal Dalam Negeri periode Januari-Juni 2020 mencapai Rp9,58 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar US$173,6 juta.

Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Kaltim Saur Parsaoran menyatakan bahwa selain memiliki target, terdapat pula beberapa tantangan dalam investasi yang ada di Kaltim seperti regulasi, keterbatasan infrastruktur pendukung, dan ketersediaan akses informasi yang masih terbatas.

“Sebenarnya kita [telah] mengalami lonjakan akses informasi dan itu bagus,” katanya, Kamis (15/10/2020).

Kendati demikian, investasi kiranya bisa mendorong terciptanya lapangan kerja sehingga akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan sekaligus akan mendorong daya beli (konsumsi) masyarakat.

Selanjutnya, Saur menuturkan dalam tematik Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nasional tahun 2021 disebutkan bahwa akan meningkatkan industri, pariwisata dan investasi di berbagai wilayah dengan didukung oleh sumber daya manusia dan infrastruktur untuk pertumbuhan berkualitas.

“Kaltim juga akan merevisi terkait RPJMP dan RPJMM,” tuturnya.

Dia juga menyebutkan harapan penanaman modal ke depan adalah terealisasinya investasi industri terutama industri pengolahan pada kawasan strategis provinsi dan sektor sekunder dan tersier mendominasi dalam kontribusi realisasi investasi di Kaltim.

“Bukan hanya [tentang] nilai investasi mana yang meningkat, tapi juga [dari] sektor mana,” pungkasnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top