Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Realisasi Belanja APBN di Kaltim 69,31 Persen

Secara keseluruhan sebesar 69,31 persen atau Rp7,96 triliun dari pagu seluruhnya berjumlah Rp11,49 triliun.
Muhammad Mutawallie Sya'rawie
Muhammad Mutawallie Sya'rawie - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  09:06 WIB
Jalan tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) di Kalimantan Timur. - Jasa Marga
Jalan tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) di Kalimantan Timur. - Jasa Marga

Bisnis.com, SAMARINDA — Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) secara keseluruhan sebesar 69,31 persen atau Rp7,96 triliun dari pagu seluruhnya berjumlah Rp11,49 triliun. Realisasi per Oktober tersebut terdiri dari realisasi belanja Kementerian Negara/Lembaga (K/L) sebesar Rp5,56 triliun atau 63,63 persen dari pagu senilai Rp8,73 triliun.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur Midden Sihombing menyatakan selain anggaran yang dibayarkan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kaltim, dibayarkan pula anggaran melalui KPPN Khusus Pinjaman dan Hibah di Jakarta.

“Dalam kerangka kebijakan realokasi anggaran dan refocussing kegiatan pada masa pandemi Covid-19, terdapat pengurangan pagu anggaran tahun 2020 untuk wilayah Kaltim sebesar Rp1,5 triliun,” ungkapnya.

Menurut kinerja pelaksanaan anggaran terdapat 5 sumber dana utama, pertama adalah rupiah murni dengan pagu anggaran tahun 2020 sebesar Rp6,82 triliun dan yang berhasil terealisasi sampai Oktober 2020 adalah sebesar Rp4,60 triliun atau 67,47 persen.

Sumber dana kedua yaitu Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan pagu anggaran tahun 2020 sebesar Rp744,81 miliar dan yang berhasil terealisasi sampai Oktober 2020 adalah sebesar Rp449,92 miliar atau 60,41 persen.

Ketiga yaitu Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dengan pagu anggaran tahun 2020 sebesar Rp477,45 miliar dan yang berhasil terealisasi sampai Oktober 2020 adalah sebesar Rp264,07 miliar atau 55,31 persen.

Sumber dana yang keempat yaitu pinjaman luar negeri dengan pagu anggaran tahun 2020 sebesar Rp537,22 miliar dan yang berhasil terealisasi sampai Oktober 2020 adalah sebesar Rp289,80 miliar atau 53,94 persen.

Kelima yaitu Badan Layanan Umum (BLU) dengan pagu anggaran tahun 2020 sebesar Rp278,05 miliar dan yang berhasil terealisasi sampai Oktober 2020 adalah sebesar Rp138,57 miliar atau 49,48 persen.

Di samping itu, terdapat Rp133,78 miliar yang difokuskan ulang khusus untuk penanganan pandemi Covid-19 di wilayah Kaltim. Dari jumlah tersebut, hingga saat ini baru terealisasi sebesar 21,45 persen atau senilai Rp28,70 miliar.

Serupa dengan tahun sebelumnya, realisasi APBN tertinggi di wilayah Kaltim masih cenderung terjadi pada triwulan IV. Hingga akhir triwulan III tahun 2020 ini, pagu anggaran K/L yang telah direalisasikan baru sebesar 56 persen. Dengan demikian, masih terdapat 44 persen pagu yang belum terealisasi dan menjadi tagihan yang menumpuk pada akhir tahun anggaran ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top