Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bappenas Dukung Festival Kabupaten Lestari di Kalimantan Barat

Perencanaan pembangunan di Kabupaten Sintang dilakukan secara terbuka dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 04 November 2020  |  18:26 WIB
Kondisi Lingkungan di Kabupaten Lestari, Kalimantan Barat. - Istimewa
Kondisi Lingkungan di Kabupaten Lestari, Kalimantan Barat. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mendukung kegiatan Festival Kabupaten Lestari ke-3 yang digelar di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Acara yang digelar secara  virtual ini digelar dalam rangka kegiatan tahunan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) yang merupakan kumpulan Pemerintah Kabupaten yang bermitra dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi).

Anang Noegroho Setyo Moeljono, Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas mengatakan mendukung upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian.

Menurutnya, diperlukan kerangka regulasi agar inisiatif positif tersebut dapat direplikasi. Selain itu perlu juga disiapkan kerangka kelembagaan dan juga finansial.

“Perlu sinergi antara pemerintah pusat dan juga daerah dalam mewujudkan kesejahteraan dan juga kelestarian tersebut,” ujar Anang Noegroho Setyo Moeljono, Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas, dalam diskusi virtual bertajuk Obrolan Lestari, Rabu (4/11/2020).

Hal yang sama juga disampaikan oleh Nyoto Suwignyo, Direktur Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Kementerian Dalam Negeri. Menurutnya, sudah saatnya perencanaan pembangunan dilakukan secara terbuka dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kementerian Dalam Negeri akan berkolaborasi dengan Bappenas serta mitra lainnya untuk mendorong terwujudnya tujuan kegiatan festival tersebut.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) A.L Leysandri mengatakan pembangunan berkelanjutan dengan mengusung konsep pertumbuhan hijau hanya akan bermakna apabila pemanfaatan sumber daya berkontribusi kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat setempat dan lingkungan.

A.L Leysandri berharap kegiatan festival ini akan semakin menguatkan komitmen para pemangku kepentingan untuk terus melakukan aksi nyata dan terobosan sehingga upaya pembangunan berkelanjutan melalui berbagai bentuk pembangunan “ekonomi hijau” yang rendah emisi karbon dapat diikuti oleh peningkatan kesadaran dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, demikian A.L Leysandri, diperlukan kerja sama multi pihak dengan memaksimalkan upaya-upaya melalui berbagai program sehingga dapat menyeimbangkan aspek ekonomi, socsal dan lingkungan melalui semangat gotong royong. Kabupaten Sintang adalah salah satu contoh pengelolaan potensi hutan dikembangkan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.

Dukungan untuk mewujudkan pembangunan yang mengedepankan aspek kelestarian juga disampaikan oleh Arifadi Budiarjo, Public Affairs General Manager PT Royal Lestari Utama (RLU). Perusahaan HTI Karet Alam berkelanjutan yang beroperasi di Kalimantan dan Sumatra ini mendedikasikan lebih dari 30 persen area konsesinya sebagai kawasan konservasi keanekaragaman hayati.

RLU juga membangun Wild Conservation Area, yaitu kawasan lindung yang menjadi habitat Gajah Sumatra seluas 9.700 ha di Jambi yang di dalamnya juga disiapkan 7.000 bibit tanaman termasuk pohon langka untuk ditanam kembali di dalam hutan.

Tidak hanya pelestarian lingkungan, RLU juga membina 804 petani sekitar hutan agar meningkat kapasitasnya. Perusahaan juga melibatkan 333 petani dalam kegiatan community partnership program serta menyerap hasil panen petani sekitar hutan dengan harga yang kompetitif.

“Kami percaya bahwa untuk mengembangkan ekonomi lestari kegiatan bisnis perlu memberikan dampak positif secara sosial dan lingkungan selain terus menerus mengembangkan kinerja bisnisnya. Kunci penting lainnya adalah kolaborasi antara pemangku kepentingan seperti Pemerintah, perusahaan, masyarakat, LSM dan perguruan tinggi,” ujar Arifadi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

festival kalimantan barat
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top