Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Relaksasi Pajak Kendaraan Diperpanjang Hingga 31 Maret 2021

Relaksasi PKB tahun 2021 selaras dengan relaksasi tahun 2020, yaitu potongan PKB 10 persen, 20 persen dan 30 persen. Meskipun, diskon atau potongan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) masih sebesar 40 persen.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  18:37 WIB
Ilustrasi - Petugas Samsat sedang melayani warga urus pajak kendaraan bermotor. - Antara
Ilustrasi - Petugas Samsat sedang melayani warga urus pajak kendaraan bermotor. - Antara

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Badan Pendapatan Daerah atau Bapenda Provinsi Kalimantan Timur memperpanjang relaksasi Pajak Kendaraan Bermotor.

Kepala Bapenda Provinsi Kaltim Ismiati mengatakan hal tersebut bertujuan untuk meringankan beban masyarakat di tengah perkembangan Covid-19 yang belum pasti kapan berakhirnya dan dampak yang ditimbulkan terhadap perekonomian masyarakat.

“Guna meringankan kewajiban pajak, tahun ini kita kembali memperpanjang relaksasi PKB, mulai 1 Januari hingga 31 Maret. Jadi dendanya tidak ada, bebas sanksi dan denda,” ujarnya, dikutip dari keterangan resmi Humas Kaltim, Kamis (7/1/2021).

Ismiati menambahkan relaksasi PKB tahun 2021 selaras dengan relaksasi tahun 2020, yaitu potongan PKB 10 persen, 20 persen dan 30 persen. Meskipun, diskon atau potongan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) masih sebesar 40 persen.

“Jadi Kebijakan relaksasi PKB dan BBNKB tahun ini sama tahun lalu,” katanya.

Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat wajib pajak yang telah mendukung penerimaan pajak daerah. Penerimaan PKB dinilai sangat bagus yaitu kurang lebih Rp920 miliar dan melampuai target pada 2020.

"Kita meminta UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) se-Kaltm dapat mensosialisasikan kepada masyarakat di kabupaten dan kota perihal perpanjangan keringanan PKB dan BBNKB," terangnya.

Ismiati berharap relaksasi tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat dengan baik, yaitu dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam membayar pajak kendaraannya.

"Terpenting kita bisa membantu meringankan beban para wajib pajak, untuk terus melaksanakan kewajibannya,” ujar Ismiati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kalimantan timur pajak kendaraan bermotor relaksasi aturan
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top