Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Ayam Potong di Kalsel Naik Terdampak Banjir

Kepala Disdag Kalsel, Birhasani menyatakan hal tersebut diakibatkan oleh dampak banjir yang melanda beberapa waktu silam sehingga menyebabkan minimnya pasokan anakan ayam.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 24 Februari 2021  |  15:30 WIB
Peternak menimbang ayam broiler jenis pedaging. - Antara/Destyan Sujarwoko
Peternak menimbang ayam broiler jenis pedaging. - Antara/Destyan Sujarwoko

Bisnis.com, SAMARINDA – Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel mengonfirmasi terkait kenaikan harga ayam selama sepekan. 

Kepala Disdag Kalsel, Birhasani menyatakan hal tersebut diakibatkan  dampak banjir yang melanda beberapa waktu silam sehingga menyebabkan minimnya pasokan anakan ayam.

“Para peternak kita tidak dapat pasokan bibit ayam sehingga ayam yang mereka jual sekarang ini adalah ayam yang mereka pelihara saat kebanjiran,” ujarnya dikutip dari Media Centre Diskominfo Kalsel, Rabu (24/2/2021).

Dia menambahkan harga ayam akan kembali normal, apabila peternak sudah dapat memanen ayam yang mulai diternak pasca banjir, dengan harga eceran tertinggi Rp32.000.

“Dia (peternak) tidak bisa memelihara karena tidak ada kandang, menyalurkan ke kandang tidak bisa karena banjir kemarin,” katanya.

Adapun, untuk saat ini mayoritas ayam yang berada di kandang berumur hanya sekitaran dua minggu, sehingga belum bisa di jual ke pasaran. Dimana, ayam-ayam tersebut memerlukan waktu sekitar tiga bulan untuk bisa kembali dijual.

Sebagai informasi, harga ayam potong di pasaran Kalsel saat ini mencapai Rp 39.000 per kilogram sejak satu minggu terakhir.

Dalam perkembangan berbeda, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RM Karliansyah mengatakan pihaknya telah menyiapkan 170 program upaya pemulihan lingkungan pascabanjir di Kalimantan Selatan baik jangka pendek, menengah maupun panjang.

Hal itu disampaikan pada rapat tindak lanjut upaya pemulihan lingkungan pascabanjir di Kalsel bersama Penjabat Gubernur Kalsel Dr Syafrizal dan jajaran terkait lainnya di Banjarbaru Senin.

Menurut Karliansyah, dari 170 program tersebut, sebanyak 113 program merupakan program jangka pendek yang akan dilaksanakan dalam waktu satu tahun, 43 program jangka menengah dan 14 program jangka panjang atau dikerjakan selama lima tahun.

"Kita hari ini akan menetapkan bersama perusahaan pertambangan dan perkebunan di Kalsel untuk luasan lahan yang harus dibenahi atau diperbaiki di daerah masing-masing," katanya.

Pada kesempatan tersebut dia menegaskan tentang pentingnya kolaborasi dan komitmen bersama dalam upaya pemulihan lingkungan dari aktivitas pertambangan maupun perkebunan.

Karliansyah mengharapkan komitmen dari perusahaan untuk memperbaiki atau membenahi lingkungan di daerah masing-masing, terutama reklamasi pascatambang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir Kalsel
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top