Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pemkot Banjarmasin Gerak Cepat, Normalisasi Sungai Pascabanjir

Langkah cepat dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin setelah daerahnya dilanda banjir besar pada pertengahan bulan Januari 2021.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Maret 2021  |  11:28 WIB
Pemkot Banjarmasin Gerak Cepat, Normalisasi Sungai Pascabanjir
Upaya normalisasi sungai A Yani Banjarmasin dari jembatan bangunan yang menutupinya. - Antaranews Kalsel/Sukarli
Bagikan

Bisnis.com, BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melakukan normalisasi sungai yang berada di wilayahnya.

Normalisasi dilakukan kota berjuluk seribu sungai itu karena pendangkalan dan makin menyempit sungai di Banjarmasin.

Langkah cepat itu dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin, setelah daerahnya dilanda banjir besar pada pertengahan bulan Januari 2021.

Banjir yang terjadi menunjukkan bahwa ibu kota provinsi Kalsel ini memerlukan penanganan segera.

Pada Januari 2021, kota yang berusia 494 tahun pada 24 September 2020 itu tidak mampu menahan tumpahan air hingga terjadi banjir besar yang tidak pernah dialami warganya.

Seperti dituturkan Samsuri, warga Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, Samsuri yang berusia 63 tahun ini lahir dan tinggal di Kota Banjarmasin. Dia mengaku belum pernah mengalami banjir tinggi seperti awal tahun 2021 ini.

"Ini banjir terbesar di Banjarmasin yang pernah saya ketahui dan alami sendiri," ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Akhmad Fatony, 40, warga Komplek Satelit, Kelurahan Sungai Lulut, Banjarmasin Timur. Ia juga tidak menduga air masuk ke rumahnya hingga setinggi paha orang dewasa.

Sejak tinggal pada 1988 di sana bersama orangtuanya, ia tidak pernah mengalami terjadi genangan separah itu. Harta bendanya pun banyak yang tidak bisa diselamatkan.

"Terpaksa orangtua saya harus diungsikan," tuturnya.

Dalam musibah banjir ini, sesuai data posko komando penanganan darurat bencana banjir Kota Banjarmasin tahun 2021, wilayah yang terdampak parah adalah Banjarmasin Timur, Banjarmasin Selatan dan sebagian Banjarmasin Utara.

Untuk Banjarmasin Timur semua kelurahan atau sembilan kelurahan terdampak banjir di antaranya di Kelurahan Kebun Bunga, Banua Anyar, Pangambangan dan Kuripan.

Total warga terdampak banjir sebanyak 7.086 KK atau 20.820 jiwa, di antaranya sebanyak 553 KK atau 1.689 jiwa mengungsi.

Sementara di Banjarmasin Selatan, dari 12 kelurahan, hanya Kelurahan Mantuil yang tidak terdampak banjir parah. Sementara itu, 11 Kelurahan lainnya hampir semuanya terendam hingga total warga terdampak banjir sebanyak 12.436 KK atau 36.518 jiwa, dengan 676 KK atau 1.902 jiwa mengungsi.

Sedangkan di wilayah Banjarmasin Utara dari 10 kelurahan, yang terdampak banjir cukup parah di Kelurahan Sungai Andai, Sungai Jingah dan Antasari Kecil Timur, sementara wilayah Alalak dan Kuin tidak terdampak banjir.

Total warga terdampak banjir sebanyak 12.784 KK atau 46.218 jiwa, dengan 755 KK atau 2.857 jiwa mengungsi.

Untuk Banjarmasin Tengah tidak banyak daerah yang terdampak banjir parah selain di Kelurahan Pekapuran Laut. Sebelas kelurahan lainnya terdampak banjir kecil hingga total warga yang terdampak di daerah ini sebanyak 958 KK atau 3.231 jiwa dan tidak ada yang mengungsi.

Adapun, di wilayah Banjarmasin Barat yang memiliki sembilan kelurahan tidak satu pun yang terdampak banjir.

Penanganan banjir di Banjarmasin dilakukan dengan mendirikan posko pengungsi dan dapur umum setelah ditetapkan status tanggap darurat banjir dan air pasang pada 15 Januari. Status tersebut terus diperpanjang hingga 11 Maret 2021.

Banjir di Kota Banjarmasin, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin tidak hanya disebabkan hujan lebat beberapa hari. Namun, ujar BPBD, juga karena adanya air kiriman dari aliran sungai Martapura.

Air sungai Martapura makin meluap ke pemukiman warga jika malam tiba karena kondisi air laut pasang tinggi dari biasanya.

Lambat Surut

Banjir di Kota Banjarmasin sejak 14 Januari 2021 bertahan cukup lama atau sekitar satu bulan hingga benar-benar tidak ada lagi wilayah yang tergenang. Lambatnya turun air genangan ini disinyalir karena aliran sungai yang tidak berfungsi baik.

Pemerintah Kota Banjarmasin harus menurunkan puluhan mesin pompa air untuk menyedot air, menurunkan genangan tersebut untuk dialirkan ke sungai yang cukup berfungsi. Cara ini berhari-hari dilakukan selama 24 jam.

Pemerintah Kota Banjarmasin juga harus menyewa mesin berkekuatan tinggi untuk menyedot banjir yang lambat turun seperti di daerah jalan protokol Ahmad Yani.

Sungai di kiri dan kanan Jalan Ahmad Yani tidak berfungsi dengan baik, hingga harus disedot dialirkan ke sungai lainnya yang lebih besar.

Pemkot Banjarmasin juga harus menurunkan mesin pompa besar di ujung sungai Veteran untuk membantu air di sungai itu mengalir ke sungai Martapura.

Langkah ini pun banyak kendala, sebab aliran sungai Veteran tidak mengalir baik, karena ada beberapa penghalang.

Akhirnya pemerintah kota melakukan tindakan darurat dengan membongkar belasan toko dan satu pos polisi yang puluhan tahun berada di atas sungai itu.

Selain itu, petugas juga mengeruk lumpur dan sampah di sungai Veteran tersebut menggunakan alat berat.

Normalisasi sungai

Pascabanjir, Pemerintah Kota Banjarmasin bergerak cepat melakukan normalisasi sebagai antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Keseriusan itu dibuktikan dengan dibentuknya Satuan Petugas Normalisasi Sungai untuk Pengendalian Banjir di Kota Banjarmasin yang berdasarkan surat keputusan Wali Kota Banjarmasin Nomor 126 tahun 2021.

Untuk membuat gerakan Satgas ini lebih kuat, dilibatkan pula TNI-POLRI, Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri.

Satgas ini sudah mulai bergerak pada 3 Februari 2021 dengan fokus utama normalisasi sungai A Yani dan sungai Veteran.

Ketua Satgas Normalisasi Sungai dan Pengendalian Banjir Kota Banjarmasin Doyo Pudjadi menyatakan pihaknya melakukan pendataan, identifikasi dan verifikasi bangunan-bangunan yang berada di atas sungai di seluruh wilayah Kota Banjarmasin, terutama di ruas Jalan Ahmad Yani dan Jalan Veteran.

Berdasarkan penilaian tim teknis Satgas ada jalur sungai atau kanal utama yang harus dibenahi dalam rangka pengendalian dan pencegahan banjir di Kota Banjarmasin.

Tim akan menertibkan dan membongkar jembatan bangunan yang membentang di atas sungai.

Ada empat kriteria yang menentukan apakah sebuah jembatan bangunan gedung direkomendasikan untuk dibongkar.

Pertama, jarak antara bangunan terbawah lantai jembatan dengan muka air sungai kurang 60 cm. Kedua, lebar batas sungai di bawah jembatan itu kurang dari 6 meter.

Ketiga, lebar jalur jembatan lebih dari 4,5 meter dan terakhir ada pilar tengah jembatan di dalam sungai.

Kanal banjir

Sebagai kota yang tua, Banjarmasin memiliki banyak sejarah, salah satunya adanya kanal-kanal atau sungai buatan dari peninggalan pemerintah kolonial Belanda saat menduduki kota ini.

Menurut Kabid Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin Hizbul Wathony sebanyak 100 lebih aliran sungai di daerah ini, di antaranya adalah kanal-kanal dari peninggalan kolonial Belanda, yang dibangun untuk penanggulangan banjir.

Kanal-kanal tersebut adalah Sungai A Yani, Sungai Veteran, Sungai Sutoyo S atau Sungai Teluk Dalam, Sungai Antasan Bondan, Sungai Antasan Raden, Sungai Kuripan, Sungai Awang, Sungai Tatas dan Sungai Zafri Zamzam atau Sungai Kerokan.

Pemkot Banjarmasin makin semangat untuk melakukan normalisasi sungai setelah banjir ini apalagi dibantu Satgas Normalisasi Sungai Penanganan Banjir.

Alat berat diturunkan  untuk mengeruk sungai dan menertibkan bangunan yang menghalangi arus sungai.

Berbagai upaya gerak cepat yang dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin diharapkan mampu mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir serupa di masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir banjarmasin Kalimantan Selatan

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top