Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perkembangan Terkini Food Estate Kalimantan Tengah

Kalteng mendapatkan alokasi pembangunan seluas 30.000 hektare di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau. Dimana, Kabupaten 20.000 hektare di Kapuas dan 10.000 hektare di Kabupaten Pulang Pisau.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 29 April 2021  |  19:45 WIB
Foto udara lahan rawa yang tertanam padi jenis Inpari 42 di areal 'food estate' Dadahup, Desa Bentuk Jaya, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Rabu (21/4/2021). Kementerian Pertanian mencatat produktivitas 'food estate' di lahan rawa Kalteng meningkat dari hasil sebelumnya 2-3 ton per hektare kini menjadi lima ton per hektare. Pada tahun 2021 Kementan mencoba optimalisasi lahan rawa di Kalteng seluas 30 ribu hektare. - Antara/Makna Zaezar.
Foto udara lahan rawa yang tertanam padi jenis Inpari 42 di areal 'food estate' Dadahup, Desa Bentuk Jaya, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Rabu (21/4/2021). Kementerian Pertanian mencatat produktivitas 'food estate' di lahan rawa Kalteng meningkat dari hasil sebelumnya 2-3 ton per hektare kini menjadi lima ton per hektare. Pada tahun 2021 Kementan mencoba optimalisasi lahan rawa di Kalteng seluas 30 ribu hektare. - Antara/Makna Zaezar.

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memberikan penjelasan terkini terkait Program Stategis Nasional (PSN) Food Estate di Kalteng.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng Sunarti menyatakan Pemprov Kalteng mendapatkan alokasi pembangunan seluas 30.000 hektare di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau. Dimana, Kabupaten 20.000 hektare di Kapuas dan 10.000 hektare di Kabupaten Pulang Pisau.

“Atas dasar apa kita menentukan luasan tersebut, tentunya kita mengacu pada area of interest dari Kementerian PUPR yaitu area yang mempunyai saluran irigasi yang berfungsi baik,” ujarnya dikutip dari MMC Kalteng, Kamis (29/4/2021).

Sunarti melanjutkan, Kementerian PUPR memiliki luasan 28.500 daerah irigasi yang berfungsi baik dan Pemprov Kalteng telah menyiapkan petani untuk calon lokasi pengembangan food estate dengan beberapa persyaratan.

“Siapa yang berhak mendapatkannya dan bagaimana caranya, yaitu tadi pendataan CPCL”, terangnya.

Dia menegaskan bahwa pengembangan food estate berada di lahan yang sudah eksis, yaitu areal persawahan yang telah diusahakan oleh petani yang rata-rata berasal dari program transmigrasi pada tahun 1982.

“Tidak ada di sana kita membuka hutan, tidak berada dilahan gambut dan lain sebagainya,” tegasnya.

Dia menambahkan pihaknya juga melakukan pendampingan terkait peningkatan produktivitas dengan penambahan indeks penanaman.

“Dimana, yang semula sekali dalam setahun, kita ajak mereka menanam dua kali dalam setahun. Yang sudah dua kali kita tingkatkan menjadi tiga kali,” katanya.

Selanjutnya, Sunarti menjelaskan bahwa dalam pengembangan food estate, pihaknya telah membuat beberapa klaster percontohan pengelolaan lahan oleh petani dengan baik agar tidak hanya menghasilkan satu komoditas. Diantaranya yaitu, penanaman tanaman hortikultura dan perkebunan di kanan kiri jalan usaha tani selebar 4 meter.

“Yang saat ini sudah kami kembangkan yakni jeruk siam dan untuk tanaman perkebunannya adalah kelapa Genjah Kuning,” jelasnya.

Adapun, jalan galian dimanfaatkan untuk pemeliharaan ikan selain juga sebagai saluran cacing. Sedangkat di bagian darat, terdapat ternak itik untuk masyarakat.

“Inilah yang dinamakan food estate secara keseluruhan. Pengembangan food estate ini berbasis dengan korporasi petani,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kalteng food estate
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top