Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mendulang Ratusan Juta dari Madu Kelulut

Usahanya tersebut berawal saat Maskuni sakit lambung kronis dan meminum madu kalulut, dan ternyata sembuh.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 September 2021  |  14:35 WIB
Maskuni pembudidaya madu kalulut. - Istimewa
Maskuni pembudidaya madu kalulut. - Istimewa

Bisnis.com, TANJUNG - Maskuni, pria 49 tahun ini bisa menjadi salah seorang inspirator dalam budi daya madu dan upaya membangun bisnis yang bersumber dari kawasan hutan yang berada di sekitar tempat tinggalnya.

Warga Desa Haur Batu, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan ini mampu membuktikan, bahwa bila kita mampu merawat alam, maka alam akan memberikan banyak manfaat dan sumber rejeki yang berlimpah.

Terbukti, Maskuni kini mampu mengembangkan bisnis madu lebah kelulut dengan pendapatan yang fantastis.

Sejak pertengahan 2018 hingga kini, Maskuni telah mampu menjual madu hingga 772 liter dengan hasil penjualan sekitar Rp445 juta.

Usahanya tersebut berawal saat dia menderita sakit lambung kronis. Ketika merasa sakit, Maskuni mencoba meminum madu kalulut, dan ternyata dia bisa sembuh.

Sejak saat itu, dia yakin bahwa madu ini akan mampu menjadi bisnis yang menguntungkan, karena selain rasanya yang asam-asam manis, madu tersebut juga mampu menyembuhkan penyakit.

Keyakinan tersebut ternyata benar, bahwa madu kalulut akhirnya menjadi primadona bisnis hasil hutan yang banyak dicari warga, karena khasiatnya mampu menyehatkan sekaligus bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Informasi dari mulut ke mulut terkait khasiat madu kelulut dan potensi bisnisnya, terus menyebar, sehingga warga pun banyak yang ikut memburu sarang-sarang madu kelulut di dalam hutan.

Menyadari semakin banyaknya warga yang tertarik untuk berburu madu lebah hitam berukuran kecil ini membuat Maskuni khawatir dan gelisah.

Dia khawatir, lama kelamaan, bila banyak warga yang terus memburu dan mengeksploitasi hewan penghasil madu dengan cita rasa yang khas dan segar tersebut akan punah.

Akhirnya, Maskunipun berjuang keras untuk mendapatkan cara, bagaimana agar dia dan warga lainnya tetap bisa mendapatkan hasil, tanpa harus membuat punah sumber daya fauna tersebut.

Kegelisahan ini mendorong Maskuni untuk berubah. Ia bertekad menyelamatkan dan merawat koloni lebah melalui budi daya lebah madu kalulut.

Maskuni pun mencoba untuk membudidayakan lebah-lebah tersebut, dengan caranya sendiri. Pada mulanya, Maskuni dianggap orang aneh dan gila karena ingin merawat dan memelihara lebah madu kalulut yang dipercaya masyarakat sebagai lebah yang tidak bisa dibudidayakan.

Namun, ia tidak menghiraukannya dan tetap melanjutkan budi daya lebah madu kalulut meskipun sangat minim pengetahuan.

"Saya mulai mengambil sedikit demi sedikit kalulut di hutan, awalnya ada 40 sarang yang dibudidayakan di lahan khusus," ujar Maskuni

Usahanya tak berjalan mulus, teknik yang digunakan Maskuni membuat sarang tidak aktif dan lebah madu kalulut mati. Namun hal itupun tak juga menyurutkan semangatnya, dan terus mencari informasi bagaimana agar sarang kalulut ini saat dibawa dari hutan ke lokasi budi daya aman.

Maskuni kini menularkan ilmunya kepada masyarakat. Ia kini senang berburu lebah kelulut menjadi pembudidaya.

Sang pelopor usaha madu itu pun berharap mampu mengembangkan budi daya kalulut hingga, 500, 600 bahkan 1.000 an koloni lebah madu kalulut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

madu lebah Kalsel

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top