Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perusda MBS Optimalkan Aset Pesawat Terbang Sebagai Bisnis Angkutan Udara

Direktur Utama Perusda MBS Aji Abidharta Hakim menyatakan pesawat tersebut merupakan aset lama yang dimanfaatkan kembali dalam rangka mendapatkan pemasukan bagi perusahaan.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 10 Oktober 2021  |  19:20 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, SAMARINDA –- Perusahaan Daerah Melati Bhakti Satya (Perusda MBS) melakukan pemanfaatan aset berupa pesawat terbang sebagai bentuk investasi.

Direktur Utama Perusda MBS Aji Abidharta Hakim menyatakan pesawat tersebut merupakan aset lama yang dimanfaatkan kembali dalam rangka mendapatkan pemasukan bagi perusahaan.

“Itu unit pesawat lama dari hasil penyertaan modal pemerintah provinsi tahun 2004 kepada MBS,” ujarnya, Minggu (10/10/2021).

Dia menambahkan, Perusda MBS berupaya mengoptimalkan aset-aset yang ada dengan menggandeng mitra yang tepat.

 “Kita optimalkan agar bagaimana. agar MBS tidak perlu keluar investasi lagi untuk mengoperasikan makanya kita gandeng mitra untuk mengoperasikan aset tersebut. Nah alhamdulillah dalam proses itu ketemu mitra yaitu PT Mata Air Trans,” katanya.

Setelah sekian tahun berlalu, Perusda MBS berkesempatan untuk dapat menerbangkan tiga unit pesawat yang berada di hanggar eks Bandara Temindung, Samarinda.

Menurutnya, PT Mata Air Trans siap untuk mengoperasikan pesawat tersebut dari yang tidak layak terbang menjadi layak terbang.

Kemudian, Aji menjelaskan mitra tersebut yang bertanggung jawab dalam proses perizinan, biaya operasional, dan biaya-biaya lainnya, termasuk bahan bakar avgas yang khusus digunakan bagi pesawat tersebut.

“Bagi kami hanya beban penyusutan terhadap aset tersebut,” katanya.

Selanjutnya, mekanisme bisnis yang dijalankan yaitu MBS mendapatkan pemasukan dari setiap jam terbang dengan minimum jam terbang yang telah disepakati di awal yaitu tiga jam terbang, dimana Rp1 juta untuk satu jam terbang.

“Nah sehingga dengan seperti itu ada tambahan income tanpa harus keluar biaya-biaya operasional termasuk asuransi pesawat itu juga mereka yang yang mereka yang urus,” kata Aji.

Pesawat tersebut rencananya akan melayani penerbangan kargo Kaltim-Kaltara dan tidak menutup kemungkinan dalam jangka panjang akan turut melayani penumpang.

“Alhamdulillah sudah keluar izinnya, bekerja sama dengan AOC Indo Star,” pungkasnya.

Sebagai informasi, proses kerjasama berjalan selama kurang lebih tiga bulan melalui sejak Juli 2021, dimana PT Mata Air Trans selaku mitra MBS telah mendapatkan izin terbang dan layak operasi dari Kementerian Perhubungan mulai 6 Oktober 2021.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim samarinda
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top