Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

30.000 Liter Minyak Goreng Murah Dijual di Samarinda

Setiap kelurahan hanya mendapat jatah 500 liter minyak goreng dan akan dijual dengan harga Rp14.000 per liter.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 18 Januari 2022  |  13:02 WIB
Warga mengantre untuk membeli minyak goreng saat operasi pasar murah di Kantor Desa Babelan Kota, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/1/2022). Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyediakan 72.000 liter minyak goreng pada operasi pasar untuk wilayah Kabupaten Bekasi yang dijual dengan harga Rp14.000 per liter. - Antara/Fakhri Hermansyah
Warga mengantre untuk membeli minyak goreng saat operasi pasar murah di Kantor Desa Babelan Kota, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/1/2022). Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyediakan 72.000 liter minyak goreng pada operasi pasar untuk wilayah Kabupaten Bekasi yang dijual dengan harga Rp14.000 per liter. - Antara/Fakhri Hermansyah

Bisnis.com, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda (Pemkot Samarinda) akan menjual minyak goreng dibawah harga pasar untuk mengatasi lonjakan harga.

Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin menyatakan pemerintah hadir di tengah masyarakat untuk melakukan strategi khusus agar masyarakat kurang mampu tetap bisa mendapatkan minyak goreng.

“Salah satunya melalui gerakan yang dipelopori oleh Kementrian Perdagangan menjual dengan harga murah. Alhamdulillah Kota Samarinda sendiri mendapat jatah 30 ribu liter minyak goreng dari Kementerian Perdagangan yang nantinya distribusikan kepada seluruh warga yang memerlukan dengan harga murah, utamanya kategori warga tidak mampu," ujarnya yang dikutip, Senin (17/1/2022).

Sugeng menambahkan, setiap Kelurahan hanya mendapat jatah 500 liter minyak goreng dan akan dijual dengan harga Rp14.000 per liter dengan pendistribusian yang melibatkan Rukun Tetangga (RT) setempat.

“Strategi menjualnya nanti hampir mirip dengan bawang putih kemarin, bedanya untuk minyak goreng kan sedikit sehingga pergerakannya lebih masif dan hanya di peruntukkan masyarakat yang kurang mampu," terangnya.

Bedasarkan pantauan pasar, harga minyak goreng saat ini berkisar Rp20.000 per liter, diman hal itu menjadikan kenaikan inflasi di kota Samarinda mencapai 2,3 persen.

Menurut Sugeng, kenaikan harga minyak goring akibat gejolak global karena pasokan minyak nabati dunia menurun.

“Kenapa harga minyak goreng ini naik? Pertama, karena faktor bahan baku. Kedua, karena persoalan harga minyak goreng bukan hanya terjadi di Kota Samarinda tetapi se-Indonesia akibat gejolak global tadi,” pungkasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak goreng Kalsel
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top