Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NTP Kaltim Tertinggi Secara Nasional Juni 2022, Disbun Khawatir NTPR

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, terdapat 18 provinsi yang mengalami peningkatan NTP dari 34 provinsi, dimana sisanya mengalami penurunan.
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 05 Juli 2022  |  17:15 WIB
NTP Kaltim Tertinggi Secara Nasional Juni 2022, Disbun Khawatir NTPR
ilustrasi

Bisnis.com, SAMARINDA –- Peningkatan nilai tukar petani (NTP) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi yang paling tinggi secara nasional pada Juni 2022.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, terdapat 18 provinsi yang mengalami peningkatan NTP dari 34 provinsi, dimana sisanya mengalami penurunan.

Persentase peningkatan Kaltim sebesar 2,26 persen atau sebesar 124,28. Sedangkan, penurunan NTP paling tinggi terjadi di Provinsi Bengkulu dengan persentase penurunan sebesar 5,01 persen.

Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana menyatakan dari lima provinsi di pulau Kalimantan, hanya Kaltim yang mengalami peningkatan, dimana penurunan tertinggi dialami Provinsi Kalimantan Tengah dan penurunan terendah terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan.

Yusniar menyatakan kenaikan NTP ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian yang lebih besar dibandingkan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga.

“Pada Juni 2022, terdapat tiga sub sektor yang mengalami peningkatan NTP yaitu sub sektor hortikultura (7,45 persen), sub sektor tanaman perkebunan rakyat (2,91 persen), dan sub sektor peternakan (2,21 persen),” katanya dikutip dari Berita Resmi Statistik, Selasa (5/7/2022).

Selain itu, dia mengungkapkan bahwa dua sub sektor lainnya mengalami penurunan yaitu sub sektor tanaman pangan (-0,80 persen) dan sub sektor perikanan (-1,09 persen).

NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR)

Khusus NTPR, berbalik meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,91 persen. Peningkatan itu disebabkan karena indeks yang diterima petani (It) tanaman perkebunan rakyat naik sebesar 4,06 persen.

Selanjutnya, indeks yang dibayar oleh petani (Ib) pada kelompok konsumsi rumah tangga dan kelompok BPPBM mengalami peningkatan masing-masing sebesar 1,53 persen dan 0,18 persen.

"NTP sub sektor tanaman perkebunan rakyat masih menjadi yang tertinggi di antara sub sektor pertanian lainnya," terang Yusniar.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perkebunan Ujang Rachmad menyebutkan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang terus mengalami penurunan, turut mempengaruhi NTP.

“Kalau 2 bulan turun terus [harga TBS], itu yang menjadi kekhawatiran saya,” sebutnya.

Dia menuturkan bahwa saat harga TBS mencapai Rp3.300 per kilogram, NTP Kaltim mencapai 186. Sebagai perbandingan, NTPR di Kaltim mencapai 151,53 pada bulan Mei 2022 atau turun dari bulan April 2022 yaitu 186,01, sedangkan bulan ini NTP perkebunan rakyat sebesar 155,94.

Adapun, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) di Kaltim mengalami kenaikan sebesar 3,26 persen pada Juni 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nilai tukar petani kaltim
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top