Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dua Faktor Ini Pendorong Utama Inflasi Balikpapan Juli 2022

Kota Balikpapan inflasi sebesar 0,73 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) atau meningkat sebesar 0,53 persen dibandingkan bulan Juni 2022 (mtm).
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 02 Agustus 2022  |  17:07 WIB
Dua Faktor Ini Pendorong Utama Inflasi Balikpapan Juli 2022
Pedagang menunjukkan telur. - Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Peningkatan harga pangan dan tarif angkutan udara menjadi faktor utama inflasi Kota Balikpapan pada Juli 2022.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan R. Bambang Setyo Pambudi menyatakan Kota Balikpapan mengalami inflasi sebesar 0,73 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) atau meningkat sebesar 0,53 persen dibandingkan bulan Juni 2022 (mtm).

Dia menambahkan, inflasi IHK Kota Balikpapan secara tahunan tercatat sebesar 5,73 persen (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional 4,94 persen (yoy) dan Kalimantan Timur sebesar 5,05 persen (yoy).

“Inflasi tahunan Kota Balikpapan tersebut berada di atas rentang target inflasi tahun 2022 sebesar 3,0%±1,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/8/2022).

Dia menyebutkan, penyebab inflasi Juli 2022 tentunya karena kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang memberikan andil 0,21 persen (mtm).

“Inflasi pada kelompok ini didorong oleh kenaikan harga bawang merah dan cabai rawit akibat faktor cuaca yang tidak menentu di wilayah sentra produksi sehingga menyebabkan gagal panen dan terganggunya jumlah pasokan,” sebutnya.

Selain itu, dia mengungkapkan inflasi juga didorong oleh kelompok transportasi dengan andil 0,22 persen (mtm) seiring dengan kebijakan biaya tambahan maskapai (fuel surcharge) dan adanya penyesuaian Tarif Batas Atas (TBA) di tengah tingginya permintaan pada masa libur sekolah.

“Inflasi juga terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya yang didorong oleh naiknya harga pasir dan kayu balokan seiring peningkatan permintaan masyarakat,” ungkapnya.

Kendati demikian, terdapat beberapa komoditas makanan mengalami deflasi di antaranya yaitu daging ayam ras, kangkung, minyak goreng, kacang panjang, dan sawi hijau di tengah pasokan yang masih memadai.

Selanjutnya, Bambang menjelaskan beberapa faktor yang diperkirakan masih akan memberikan tekanan inflasi a.l kenaikan tarif angkutan udara yang disebabkan kenaikan airport tax per 1 Agustus 2022 dan potensi tingginya curah hujan di wilayah sentra produksi yang merupakan pemasok kebutuhan komoditas hortikultura Kota Balikpapan.

“Serta potensi kelangkaan gas elpiji bersubsidi,” sebutnya.

Adapun, dia menuturkan imbauan belanja bijak kepada masyarakat senantiasa disampaikan sebagai bagian dari komunikasi yang efektif dalam komitmen Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas harga dan penguatan koordinasi dengan kebijakan Pemerintah Daerah.

“Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan terus bersinergi dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, serta memperkuat koordinasi guna menjaga inflasi tetap rendah dan stabil,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi balikpapan kaltim
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top