Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kalteng Dorong Rungan Kahayan jadi Kawasan Ekosistem Esensial

Lanskap Rungan Kahayan di antara Sungai Rungan dan Sungai Kahayan masuk tiga kawasan administrasi Palangka Raya, Pulang Pisau dan Gunung Mas.
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 03 Agustus 2022  |  17:29 WIB
Kalteng Dorong Rungan Kahayan jadi Kawasan Ekosistem Esensial
Palangkaraya di Kalimantan Tengah. - Istimewa

Bisnis.com, BALIKPAPAN —  Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mendorong lanskap Rungan-Kahayan menjadi kawasan ekosistem esensial (KEE) koridor alam liar.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Tengah Mathius Hosang menyatakan perwakilan dari Kalimantan Tengah akan berdiskusi, berbagi pengalaman, dan pembelajaran pengelolaan Ekosistem Esensial di Kalimantan Timur.

“Kami melihat bahwa apa yang sudah dilakukan di KEE Wehea-Kelay, bisa kami terapkan di Lanskap Rungan-Kahayan,” ujarnya, Rabu (3/8/2022).

Dia menjelaskan, lanskap Rungan Kahayan berada di antara Sungai Rungan dan Sungai Kahayan yang masuk dalam tiga kawasan administrasi meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau dan Gunung Mas.

Sementara itu, Chief Executive Officer Borneo Nature Foundation Juliarta Bramansa Ottay menyebutkan orang utan di luar wilayah konservasi, seperti di area perlindungan rawa gambut serupa dengan Bentang Alam Wehea-Kelay, Kalimantan Timur.

 “Kami ingin tahu cara pendekatan kemitraan bentang alam di Wehea-Kelay ini, bagaimana bisa mengajak multi pihak untuk berkomitmen,” sebutnya.

Sebelumnya, Borneo Nature Foundation telah menginisiasi konservasi orang utan di Lanskap Rungan Kahayan yang bekerja sama dengan para pemangku kepentingan terkait pada 2017.

Juliarta menyebutkan, pihaknya menemukan 1.978 sarang orang utan setelah melakukan survei distribusi orang utan di kawasan sepanjang 104,8 kilometer 2017 silam.

“Tim juga menemukan potensi keberadaan primata pada enam hutan desa di Kabupaten Pulang Pisau. Selain orang utan, ditemukan pula kukang (Niycticebyus sp), bekantan (Nasalis larvatus), kelasi (Presbytis comata), Owa (Hylobates albibarbis), dan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis),” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kalteng palangka raya
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top