Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perusahaan Rintisan Kaltim Diajak Masuk Bursa Efek

Perusahaan rintisan (start up) yang siap melantai di bursa akan difasilitasi dengan sejumlah persyaratan, salah satunya nilai aset di bawah Rp50 miliar.
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 16 November 2022  |  19:33 WIB
Perusahaan Rintisan Kaltim Diajak Masuk Bursa Efek
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11/2022). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan industri pasar modal terbuka bagi para founder start up yang ada di Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala BEI Perwakilan Balikpapan Dinda Ayu Amalliya menyatakan perusahaan rintisan (start up) yang siap melantai di bursa akan difasilitasi dengan sejumlah persyaratan, salah satunya nilai aset di bawah Rp50 miliar.

“Siapapun yang punya start up, kita welcome. Nanti, dimasukkan kelas incubator memang sementara kelas online,” ujarnya kepada awak media, Selasa (15/11/2022).

Dinda melanjutkan, laporan keuangan start up yang ingin melaksanakan IPO tidak mesti harus diaudit. “Yang penting sudah ada proses produksi yang mana kira-kira bisa dibayangin value perusahaannya begitu,” katanya.

Kemudian, dia mengungkapkan bahwa start up yang memiliki utang juga diperbolehkan untuk melantai di bursa melalui fasilitas papan pengembangan dan papan akselerasi.

Sebagaimana diketahui, jumlah investor pasar modal di Benua Etam meningkat sebanyak 42.921 SID, menjadi 65.306 Single Investor Identification (SID) periode Juni 2022 atau sebesar 52,15 persen (yoy) dibandingkan Juni 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim StartUp bursa efek indonesia
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top