Ikan Layang Hingga Perhiasan Dorong Inflasi Balikpapan pada November 2022

Inflasi didorong oleh kenaikan harga ikan layang/ikan bonggol di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga nelayan kesulitan untuk melaut.
Sejumlah nelayan membongkat muat ikan hasil tangkapan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan, Jembrana, Bali, Kamis (21/7/2022)./Antara-Nyoman Hendra Wibowo
Sejumlah nelayan membongkat muat ikan hasil tangkapan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan, Jembrana, Bali, Kamis (21/7/2022)./Antara-Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Bank Indonesia mencatat komoditas makanan menjadi pemicu inflasi di Kota Balikpapan pada November 2022.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan R. Bambang Setyo Pambudi menyatakan inflasi didorong oleh kenaikan harga ikan layang/ikan bonggol di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga nelayan kesulitan untuk melaut.

“Selain itu, komoditas tomat menjadi penyumbang inflasi di bulan November sejalan dengan keterbatasan stok di tengah permintaan yang tinggi,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Bisnis, Jum’at (2/12/2022).

Kemudian, dia menyebutkan permintaan yang tinggi terhadap komoditas batu bata dan komoditas emas perhiasan yang sejalan dengan kenaikan harga emas dunia di tengah isu ketidakpastian global turut menyumbang inflasi.

Selain itu, kenaikan harga pada komoditas rokok kretek filter seiring kebijakan pemerintah terhadap kenaikan cukai di 2023 juga mendorong inflasi di Balikpapan.

Sebagaimana diketahui, Kota Balikpapan mengalami inflasi sebesar 0,04 persen (mtm) atau lebih rendah dibandingkan bulan Oktober yang mengalami inflasi sebesar 0,09 persen (mtm).

Secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan tercatat sebesar 6,07 persen (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional 5,42 persen (yoy) dan inflasi Kalimantan Timur yaitu 5,83 persen (yoy).

Sedangkan, inflasi tahunan Kota Balikpapan tersebut berada di atas rentang target inflasi nasional sebesar 3,00%±1.

Di sisi lain, Bambang mengungkapkan bahwa komoditas cabai rawit, bayam, dan minyak goreng mengalami deflasi yang disebabkan oleh pasokan yang terus terjaga di pasar.

“Penurunan harga juga terjadi pada tarif angkutan udara seiring dengan ketersediaan dan jadwal penerbangan yang semakin banyak, serta penurunan harga semen akibat adanya koreksi harga komoditas batu bara,” ungkapnya.

Selanjutnya, dia menjelaskan beberapa faktor yang diperkirakan masih akan memberikan tekanan inflasi a.l adanya perubahan iklim yang dapat mengganggu hasil produksi dan distribusi komoditas pertanian (hortikultura) menurut BMKG.

Kemudian,  kondisi cuaca yang tidak menentu membuat nelayan kesulitan untuk melaut yang berakibat tangkapan komoditas ikan laut menurun, kebijakan pemerintah terkait penetapan kenaikan cukai di tahun 2023 dan potensi kenaikan harga di beberapa komoditas menjelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN).

Dia menuturkan bahwa guna mengendalikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menyelenggarakan kegiatan capacity building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dengan tema Mendorong Peran Perumda dalam Management Stock pada 23 November 2022.

Kegiatan ini merupakan hasil tindak lanjut dari High Level Meeting TPID serta merupakan rangkaian dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang bertujuan mendorong peran Perumda sebagai buffer stock, khususnya untuk ketersediaan bahan pangan.

Selain itu, imbauan belanja bijak kepada masyarakat senantiasa disampaikan sebagai bagian dari komunikasi yang efektif. “Beberapa upaya tersebut diwujudkan dalam rangka menjaga stabilitas harga dan penguatan koordinasi dengan kebijakan pemerintah daerah guna menjaga inflasi 2022 sesuai kisaran target rentang kendali,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper