Pemprov Kalteng Upayakan Penyerapan Anggaran 20 Persen di Kuartal Awal 2023

Target realisasi penyerapan belanja yang sudah ditetapkan antara lain kuartal I/2023 sebesar 20 persen, kuartal II/2023 50 persen, kuartal III/2023 85 persen.
Ilustrasi/Bisnis.com
Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menargetkan realisasi penyerapan belanja pada kuartal I/2023 sebesar 20 persen.

Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko menyatakan pemda serius menggandeng sejumlah stakeholder dalam Rapat Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) guna melakukan koordinasi, sinkronisasi dan harmonisasi dalam pengelolaan anggaran.

“Khususnya pelaksanaan percepatan penyerapan anggaran, baik APBD maupun APBN di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalteng untuk memonitor dan mengevaluasi percepatan realisasi penyerapan anggaran yang telah dilakukan stakeholders, sehingga dapat terlaksana sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” ujarnya yang dikutip, Kamis (19/1/2023).

Dia menambahkan, target realisasi penyerapan belanja yang sudah ditetapkan antara lain kuartal I/2023 sebesar 20 persen, kuartal II/2023 50 persen, kuartal III/2023 85 persen. Sedangkan, pengerjaan fisik selesai 100 persen fisik per tanggal 15 November tahun berjalan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah Yura A. Djalins menyatakan realisasi belanja Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah mengalami penurunan secara tahunan untuk periode kuartal III/2022.

Dia mencatat, realisasi belanja Pemprov Kalteng secara keseluruhan baru mencapai 50,83 persen dari pagu atau sebesar Rp10,19 triliun pada kuartal III/2022.

Dia menambahkan, capaian ini sedikit menurun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu, sebesar 52,36 persen.

Secara spasial, realisasi belanja tertinggi dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Lamandau dan Barito Utara,” katanya.

Di sisi lain, konsumsi pemerintah masih membaik meski mencatatkan kontraksi sebesar 3,82 persen (yoy), dibandingkan kuartal sebelumnya yang harus terkontraksi lebih dalam sebesar 9,22 persen (yoy).

Kemudian, Yura menyebutkan pertumbuhan belanja operasional dan modal melambat pada kuartal III/2022.

Belanja operasional terkontraksi sebesar 1,18 persen (yoy) dan belanja modal anjlok hingga 45,03. Padahal, Belanja non modal masih menjadi komponen belanja daerah dengan pangsa terbesar pada.

Belanja non modal seperti belanja operasional dan belanja tak terduga Kalteng memiliki pangsa mencapai 82,12 persen dari total belanja daerah.

Besarnya belanja non modal pada kuartal III/2022 ditopang oleh aktivitas belanja pegawai serta belanja barang dan jasa yang mendominasi komponen belanja non modal,” terang Yura.

Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo meminta seluruh Perangkat Daerah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota agar saling bersinergi mendorong percepatan realisasi anggaran.

Adapun, dia turut mengapresiasi Perangkat Daerah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota yang memiliki serapan anggaran tinggi.

“Saya minta kepada Perangkat Daerah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota yang masih rendah realisasinya agar melakukan langkah-langkah perbaikan dalam pengelolaan anggarannya, sehingga dapat mendukung pencapaian target realisasi yang telah ditetapkan tiap triwulan pelaksanaan anggaran,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper