Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gubernur Kalbar Beberkan Kondisi Daerah Menjelang Akhir Kepemimpinannya

Gubernur Kalimantan Barat membeberkan kondisi terkini pembangunan infrastruktur di wilayahnya jelang masa akhir masa jabatan.
Jalan perbatasan Kalbar./Bisnis
Jalan perbatasan Kalbar./Bisnis

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Gubernur Kalimantan Barat membeberkan kondisi terkini pembangunan infrastruktur di wilayahnya jelang masa akhir kepemimpinan.

Gubernur Kalbar Sutarmidji menyatakan kondisi jalan di wilayahnya diperkirakan akan mencapai 80 persen pada akhir masa jabatannya.

Dia merinci, saat awal masa jabatan kondisi jalan mantap Kalbar hanya 49,2 persen yang artinya jalan rusak hampir 51 persen.

Sebagaimana diketahui, jalan Kalbar terbentang sepanjang 1.534 km, dimana lebih dari 200 km jalan kabupaten dengan kondisinya yang masih tanah diambil alih oleh provinsi.

"Alhamdulillah, dalam kurun waktu lima tahun, kita berhasil mengubah peta jalan kita. Hanya delapan persen dari jalan negara yang berada dalam kondisi rusak," ujarnya yang dikutip, Rabu (17/5/2023).

Dia mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi berupaya terus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Dengan semangat yang tak kenal lelah, Pemprov Kalbar berhasil meningkatkan PAD dari Rp1,9 triliun di awal masa jabatan menjadi Rp3,2 triliun.

"Kenaikannya 1,3 triliun, ini prestasi yang luar biasa. Kita juga berhasil meraih tiga penghargaan dari Mendagri terkait pengelolaan APBD TA 2022, yaitu menjadi Provinsi dengan PAD tertinggi se-Indonesia," ungkapnya.

Sutarmidji juga menyoroti pentingnya alokasi anggaran yang tepat dalam pengelolaan APBD, guna menyeimbangkan berbagai kebutuhan. Dia menegaskan bahwa anggaran untuk pendidikan dan kesehatan harus diprioritaskan.

"Untuk pendidikan, alokasi tidak boleh kurang dari 20 persen, untuk kesehatan harus 12 persen, dan gaji harus 25 persen. Total untuk ketiga aspek ini sudah mencapai 63 persen," tegasnya.

Namun, Sutarmidji juga menyayangkan adanya penilaian negatif terkait pengelolaan APBD dan menegaskan pentingnya pemahaman yang komprehensif dari semua pihak terkait hal itu, termasuk Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) yang mencapai lebih dari 700 miliar.

Di balik layar politik ini, Sutarmidji mendorong penekanan pada fakta dan data sebagai penentu utama kebijakan, bukan retorika semata.

"Kalaupun ada pernyataan mengenai kondisi jalan atau apapun, itu sah-sah saja. Malah saya senang mendengarnya asalkan didasarkan pada data dan fakta, bukan sekadar retorika yang bertujuan mendiskreditkan salah satu pihak," tegasnya.

Sutarmidji menyambut kritik konstruktif dari masyarakat dan berjanji untuk menyelesaikan janji politiknya hingga akhir masa jabatannya, sekaligus berharap agar pembangunan yang telah dilakukan dapat dilanjutkan oleh gubernur berikutnya.

"Saya minta maaf badan jalan mantap hanya mampu kami selesaikan 30 persen, dari 49 persen pada akhir tahun nanti kita targetkan 80 persen. Jika anggaran perubahan bisa digunakan untuk bangun jalan, silahkan nanti dianggarkan,” pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper