Kaltim Bersiap Menjadi Mitra dan Penghubung Ekonomi IKN

Kaltim akan membangun utilities, telekomunikasi, air minum, sanitasi, sarana pekerjaan umum, dan ketenagalistrikan.
Proyek Jalan Tol Tempadung-KKT Kariangau. BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) menunjukan progres pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara./Ist
Proyek Jalan Tol Tempadung-KKT Kariangau. BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) menunjukan progres pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara./Ist

Bisnis.com, SAMARINDA — Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi besar untuk menjadi mitra dan superhub ekonomi Ibu Kota Negara (IKN) yang akan dibangun di Kalimantan Tengah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni menyatakan Kaltim memiliki posisi geostrategis yang berada pada wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, yang merupakan jalur pelayaran internasional yang menghubungkan Samudera Hindia dan Pasifik.

“Selain itu, Kaltim juga memiliki empat kawasan industri yang berada pada ALKI II, yaitu Kawasan Industri Kariangau, Kawasan Industri Buluminung, Kawasan Industri Ekspor Bontang, dan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (3/12/2023).

Sri menambahkan bahwa Kaltim juga memiliki sumber daya alam yang melimpah, seperti batubara, minyak dan gas, kelapa sawit, dan perikanan.

“Kaltim memiliki cadangan batubara sebesar 48 miliar ton, yang merupakan yang terbesar kedua di Indonesia dan potensi minyak dan gas sebesar 463,6 juta barel, atau terbesar kelima di Indonesia. Selain itu, Kaltim juga memiliki luas perkebunan kelapa sawit sebesar 1,33 juta hektar, yang merupakan yang terbesar kelima di Indonesia, dengan produksi crude palm oil (CPO) sebesar 4,2 juta ton, yang juga merupakan yang terbesar kelima di Indonesia,” paparnya.

Dengan potensi tersebut, Sri Wahyuni mengatakan bahwa Kaltim siap menjadi mitra dan superhub ekonomi IKN yang dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat dan lingkungan.

Selanjutnya, untuk melakukan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sektor-sektor unggulan dikembangkan guna memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan yang tercermin dalam Prioritas Pembangunan Kaltim 2024.  

“Kaltim akan melakukan diversifikasi vertikal dan horisontal pada sektor-sektor unggulan, seperti gasifikasi batubara, bahan kimia dasar, bahan kimia derivatif, oleokimia, oleofood, bioenergi, perikanan, peternakan, dan hortikultura,” tuturnya.

Selain itu, Sri Wahyuni juga menekankan pentingnya membangun infrastruktur wilayah yang andal untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar.

Kaltim akan membangun utilities, telekomunikasi, air minum, sanitasi, sarana pekerjaan umum, dan ketenagalistrikan.

Beberapa contoh proyek infrastruktur yang akan dilaksanakan a.l pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Indominco, pembangunan jembatan Nibung dan pembebasan lahan jalan akses outer ringroad 4, dan pembangunan jembatan Mahulu-Jalan Jakarta.

Tak kalah penting, Sri Wahyuni juga mengungkapkan bahwa Kaltim akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin, terutama pengentasan kemiskinan ekstrem, serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan.

“Kaltim akan memberikan bantuan langsung kepada 30.000 penduduk miskin kota (PMKS) per tahun, terutama yang termasuk kategori fakir miskin. Kaltim juga akan memperbaiki rumah tidak layak huni sebanyak 1.000 unit per tahun, menangani kawasan kumuh di enam kabupaten/kota sebesar 25 hektar per tahun, dan memberikan bantuan permodalan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui bantuan keuangan spesifik dana desa,” ungkapnya.

Dia menjelaskan Kaltim juga akan melakukan rehabilitasi hutan dan lahan seluas 12.000 hektare, melindungi areal dengan nilai konservasi tinggi di area perkebunan seluas 456.827,13 hektare, dan mengembangkan energi baru terbarukan di beberapa kabupaten/kota.

Kaltim juga akan melestarikan kawasan-kawasan penting dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi, sosial budaya, dan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup, seperti kawasan hutan adat, kawasan teluk Balikpapan, kawasan delta Mahakam, kawasan bentang alam karst Sangkulirang Mangkalihat, dan kawasan ekosistem esensial koridor orang utan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler