Jalur Menuju Bandara ATP Pranoto Sudah Dibebaskan

Oleh: Fariz Fadhillah 17 Januari 2018 | 17:03 WIB
IlustrasiANTARA-Fikri Yusuf

Bisnis.com, SAMARINDA- Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Salman Lumoindong memastikan progres pembangunan Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto sudah on the track.

"Sedang penyelesaian pekerjaan aspal runway. Insya Allah, Maret atau April bisa pindah Bandara Temindung," jelasnya kepada Bisnis.

Terkait pengelolaan, Salman memastikan sejauh ini belum ada penugasan dari Menteri Perhubungan kepada PT Angkasa Pura. Untuk sementara APT Pranoto dikelola oleh UPT Bandara Temindung oleh Kemenhub.

Di sisi lain pembebasan lahan tanah dan rumah warga di jalur pendekat bandara sudah berhasil diselesaikan.

"Penanganan warga dipercayakan kepada lurah dan camat setempat. Sedangkan masalah lahan dan penggantinya itu urusan kami (pemrpov). Pemerintah sudah hadir menuntaskan masalah ini," kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov Kaltim Meiliana dalam laman resmi Pemprov Kaltim.

Ia mengatakan, total terdapat 26 pemilik lahan tepat di depan lokasi pembangunan Bandara APT Pranoto.

Sejak 2016 lalu, sambungnya, sudah 11 orang yang mendapat ganti rugi melalui Dishub Kaltim. Selanjutnya, ganti rugi terhadap 15 orang berupa lahan tanah kapling sudah disiapkan oleh pihaknya..

“Masih dalam proses penyelesaian di BPKAD karena pelimpahan dari Pemprov ke perorangan harus mengikuti proses perundang-undangan,” sambungnya.

Karenanya, pihaknya akan segera mengeksekusi lahan yang masih berada di jalur pendekat tersebut.

"Yang jelas, kita bertahap menyelesaikan permasalahan yang menghambat pembangunan bandara ini," jelasnya.

Sementara itu PT Angkasa Pura 1 Cabang Balikpapan siap mengelola Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda.

"Pada prinsipnya bilamana operasional diserahkan kepada AP1 kami siap," ujar General Manager PT AP 1 Balikpapan Handy Heryuditiawan, dihubungi Bisnis, kemarin.

Adapun, pengelola Bandara Internasional SAMS Balikpapan ini disebutkan mendapat lampu hijau terkait pengelolaan dari Kementerian Perhubungan RI.

"Sejauh mana progres proyek kami rasa lebih baik ke Dishub Kaltim ya. Karena di luar kewenangan. Termasuk kapan operasional dilaksanakan," sambungnya.

Tengah pekan lalu, pihaknya menyelesaikan peninjauan kedua ke bandara yang berada di Kelurahan Sungai Siring tersebut.

Peninjauan, kata Handy, melihat tentang sejauh mana kesiapan dari bandara bertaraf internasional kedua di Kaltim itu.

"Mencakup apa-apa saja fasilitas yang disiapkan. Sekaligus berdiskusi dengan Kadishub Kaltim. Karena dua bandara yang besar dan cukup dekat harus mempunyai nilai tambah untuk Kaltim," jelasnya.

Selain AP 1, dari informasi yang dihimpun media ini, turut mencuat nama AP 2 terkait pengelolaan.

Nama terakhir saat ini konsen mengelola Bandara seperti Soekarna-Hatta, Halim Perdana Kusuma, Sultan Iskandar Muda di Aceh ataupun Supadio di Kalbar, dan 9 bandara di wilayah cakupan Indonesia bagian Barat.

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan bandara-bandara alternatif untuk menjadi tempat parkir pesawat kenegaraan milik delegasi IMF-World Bank Meeting 2018.

"Untuk IMF memang kami diminta untuk alternatif parkir pesawat. Mengingat kami punya 53 parking stand pesawat dimana 18 utk narrow - wide body. Kami pastikan bahwa BPN siap dukung kegiatan IMF 2018," sambung Handy.

Berdasarkan data lalu lintas angkutan udara posko Natal dan Tahun Baru lalu, jumlah penumpang dan pesawat di Bandara SAMS Balikpapan mengalami penurunan tak signifikan.

Adapun penurunan pada jumlah pesawat mencapai 10,41% dibandingkan dengan total pada 2016 atau dari sebanyak 4.443 pesawat menjadi 4.024 pesawat pada 2017. Sebanyak 18 pesawat mendarat di Bandara SAMS per hari atau sebanyak 11 pesawat setiap jamnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer