Kaltara Siap Ekspor Hasil Perikanan Langsung ke China

Oleh: Eldwin Sangga 06 April 2018 | 14:39 WIB
Rapat koordinasi pematangan ekspor hasil perikanan Kalimantan Utara di ruang rapat Bandara Internasional Juwata Tarakan/Bisnis.com-Eldwin Sangga

Bisnis.com, TARAKAN - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi (DKP) Kalimantan Utara kembali mewacanakan akan mengekspor hasil perikanan dari daerah itu langsung menuju ke China dengan menggunakan pesawat khusus kargo.

Kepala DKP Kaltara Amir Bakri menuturkan pematangan rencana dilakukan terlebih dahulu agar tidak terjadi lagi kegagalan pengiriman hasil perikanan keluar negeri, seperti yang pernah dilakukan menggunakan maskapai TRI-MG pada 2016.

“Kita bahas dulu beberapa hal, terkait kesiapan maskapai, apa yang akan diangkut, berapa komoditi ekspor yang bisa dikirim, selain hasil perikanan, karena ini kan memang khusus pesawat cargo,” katanya kepada Bisnis pada Jumat (6/4/2018).

Dengan ekspor ini, dia berharap pelaku usaha terutama di sektor perikanan di Kaltara bisa berkembang, dan pihak yang diuntungkan tidak lagi pelaku usaha di Tawau, Malaysia, yang mengekspor ke China dengan harga lebih tinggi.

Sementara hasil perikanan tersebut berasal dari Kaltara yang dijual ke Tawau melalui tengkulak dan dengan harga lebih rendah.

“Salah satu pengekspor kepiting paling besar itu Tawau, padahal kepiting di Tawau itu punya kita semua,” ungkapnya.

Menurut Amir, gagalnya ekspor kepiting sebelum ini karena minimnya dukungan dari para pengusaha perikanan di Kaltara, lewat kargo. Sementara, pengiriman via kargo jika kurang dari kapasitas akan mengalami kerugian.

Kali ini, ujarnya, DKP memanfaatkan penerbangan pesawat kargo ke Zhengzhou Xinzheng International Airport, China, yang kosong dari Jakarta. Sementara, dari China ke Jakarta membawa barang elektronik.

“Kita ajak mampir dulu ke Tarakan sebelum ke China untuk membawa produk Kelautan dan Perikanan kita. Saya yakin ongkos kirim lebih murah dan hasil perikanan tiba lebih cepat karena hanya 4 jam perjalanan, kita target 7 ton di pengiriman pertama dan di subsidi 2 ton lah selama dua bulan pengiriman. Kita yakin bisa capai target, kan selama ini produk yang keluar setiap hari lebih dari 20 ton,” ujar Amir.

Di lokasi yang sama, VP Commercial Cardig Air, Bobby Akbar menambahkan pihaknya bisa membawa cargo hingga 16 ton, namun dengan kondisi cuaca di Tarakan dan Kaltara hanya bisa mencapai 14 ton saja.

Rencananya, Cardig Air akan terbang selama 5 hari dalam sepekan, Senin, Selasa, Rabu, Sabtu, dan Minggu dengan target bisa terlaksana April ini.

“Memang rutenya, dari Cingkareng-Tarakan-Zhengzhou Xinzheng, China yang kita angkut nanti dari Cingkareng-Tarakan ini kosong, tapi dari Tarakan ke Zhengzhou Xinzheng sasarannya kepiting atau marine produck, tapi untuk produk lain silakan. Ongkos yang kita tawarkan kompetitif, karena untuk dari China ke Jakarta kita sudah isi, jadi hanya setengah jalannya saja yang kita bebanan,” ungkap Bobby.

Sementara itu, Kepala Bandara Internasional Juwata Tarakan Elfi Amir mengatakan ekspor marine product ini memang sudah menjadi visi misi Kepala Bandara Juwata Tarakan sebelumnya dan dilanjutkan oleh dirinya. Ia pun menuturkan, keinginannya untuk memiliki pesawat yang Derek, baik penumpang dan kargo langsung keluar negeri bisa terealisasi.

“Kami lihat yang akan mengirim sudah ada, penerima sudah ada dan maskapai penerbangan sudah ada dan kita dukung ekspor langsung ini. Kita perkirakan jam 5 sore mendarat dan jam 7 malam berangkat. Packingnya nanti untuk ekspor impor juga harus ada standar dan diawasi Balai Karantina,” ucap Elfi.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya