Penataan Waterfront Sungai Kapuas Pontianak Diprioritaskan

Penataan kawasan tepi sungai di Pontianak merupakan salah satu dari empat prioritas kawasan tepi sungai/nelayan yang ditata oleh Kementerian PUPR.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 06 September 2019  |  23:53 WIB
Penataan Waterfront Sungai Kapuas Pontianak Diprioritaskan
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kedua kiri), Gubernur Kalbar Sutarmidji (kedua kanan), Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono (kiri) menaiki Kapal Angkatan Laut (KAL) Lemukutan saat menyusuri Sungai Kapuas di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/9/2019). Presiden Joko Widodo meninjau kawasan Sungai Kapuas yang merupakan salah satu aset wisata di Kalbar. ANTARA FOTO - Jessica Helena Wuysang

Bisnis.com, BALIKPAPAN--Penataan kawasan tepi sungai di Pontianak merupakan salah satu dari empat prioritas kawasan tepi sungai/nelayan yang ditata oleh Kementerian PUPR.

Presiden Joko Widodo, Kamis (5/9/2019), melakukan  peninjauan. Menggunakan kapal patroli TNI Angkatan Laut (AL) Lemukutan. Presiden menyusuri Sungai Kapuas dari Mako Lantamal XII Pontianak hingga berlabuh di Alun-Alun Kapuas.

Presiden menjelaskan bahwa penataan Kawasan Tepi Sungai Kapuas dikerjakan melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota.

"Jadi ini waterfront-nya sungai Kapuas yang tersambung dengan sungai Landak, dan tadi kita lihat hasilnya rumah yang membelakangi sungai, sebagian sudah menghadap ke sungai sehingga kita lihat semuanya rapi. Sehingga kita lihat semuanya rapi, mulai dihijaukan. Dalam setahun hingga dua tahun ke depan perbedaannya akan kelihatan, kurang sedikit saja yang kita kerjakan," ujar Presiden, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (6/9/2019).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan penataan kawasan di Kampung Beting dan Permukiman Benua Melayu Laut (BML), Pontianak, sudah rampung dengan penyelesaian pekerjaan minor hingga akhir tahun ini.

"Kalau mau ada tambahan sedikit untuk melengkapi maka tahun depan akan selesai final," kata Menteri Basuki.

Basuki mengungkapkan, penataan kawasan tepi sungai tidak hanya memperbaiki fisik infrastrukturnya, tetapi juga mengajak masyarakat meningkatkan kualitas hidup dan lingkungannya.

Hal ini dimungkinkan karena perencanaan dilakukan bersama dengan Pemerintah Kota dan masyarakat.

"Untuk pemanfaatan selanjutnya tinggal bagaimana peran Pemkot untuk pemberdayaan masyarakatnya sehingga dapat mengembangkan potensi kawasan tersebut," ujarnya.

Kawasan Kampung Beting, memiliki bangunan cagar budaya yang erat dengan sejarah perkembangan Kota Pontianak yakni Masjid Jami dan Istana Kadriah Kesultanan Pontianak. Kawasan ini termasuk salah satu kawasan kumuh yang kemudian dilakukan penataan secara bertahap pada 2017-2018 dengan anggaran Rp79,2 miliar.

Penataan di Kampung Beting dilakukan terintegrasi dengan penataan tepian Sungai Kapuas di Tambelan Sampit.

Sebelumnya, pada tahun anggaran 2016-2017, Kementerian PUPR telah menyelesaikan penataan tepian Sungai Kapuas di Tambelan Sampit dengan total anggaran Rp 30,45 miliar. Untuk selanjutnya saat ini juga tengah diselesaikan Restorasi Masjid Beting dan kawasan sekitar dengan total anggaran Rp 91,1 miliar, dengan progres konstruksi 74 persen dan ditargetkan selesai November 2019.

Sedangkan untuk penataan permukiman BML, Kementerian PUPR dengan total anggaran tahun jamak 2017-2018 sebesar Rp 49,9 miliar, telah meningkatkan kondisi lingkungan kawasan tersebut.

Pekerjaannya mencakup jalur pejalan kaki sepanjang 836 meter, pembangunan musala, pintu gerbang, pos keamanan, pos polisi, pos babinsa, tandon air 3 pasang, CCTV, dan lampu penerangan.

Selain Kampung Beting (Kota Pontianak), prioritas penataan lainnya dilakukan di Kampung Sumber Jaya (Kota Bengkulu), dan Kampung Tegalsari (Kota Tegal), serta Kampung Tambak Lorok (Kota Semarang).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pontianak

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top