Bukan Forest City, Desain Ibu Kota Baru Smart Metropolis

Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan bahwa konsep Ibu Kota nantinya sebagai kota masa depan yang cerdas, modern dan berstandar internasional yang disebut smart metropolis.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  08:45 WIB
Bukan Forest City, Desain Ibu Kota Baru Smart Metropolis
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di kompleks Parlemen Senayan, Rabu (28/8/2019) - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan bahwa konsep Ibu Kota nantinya sebagai kota masa depan yang cerdas, modern dan berstandar internasional yang disebut smart metropolis.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan konsep itu dirasa lebih menarik minat masyarakat ketimbang forest city.

"Kalau forest city itu kota dalam hutan nanti malah banyak yang nggak mau pindah," jelasnya dalam acara Dialog Nasional Rancang Bangun dan Kesiapan Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara (IKN) di Balikpapan, Rabu (2/10/2019).

Untuk itu, secara resmi dia membuka sayembara gagasan desain kawasan Ibu Kota Negara (IKN) tingkat nasional.

Sayembara bertujuan untuk memperoleh berbagai ide/gagasan desain kawasan melalui partisipasi masyarakat, khususnya yang berkecimpung pada bidang arsitektur, perencanaan dan perancangan kota di Indonesia.

Basoeki menekankan bahwa proses ini tidak hanya sekedar memindahkan kota dan gedung-gedung pusat pemerintahan saja, tetapi juga untuk merencanakan pusat pertumbuhan perkotaan baru agar menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi.

"Ibu Kota Negara baru ini nantinya akan ditempati oleh generasi muda Indonesia, sehingga harus dirancang sebagai kota masa depan yang cerdas, modern dan berstandar internasional yang disebut smart metropolis," tekannya.

Menurut Basuki, konsep Smart Metropolis diwujudkan sebagai kota yang sehat, efisien, produktif, dan membahagiakan warganya lewat penataan bangunan dan lingkungan yang compact dan inklusif serta moda transportasi publik yang terintegrasi.

"IKN baru juga didesain sebagai kota yang mampu menyediakan pelayanan keamanan, kesehatan dan pendidikan kelas dunia, sehingga dapat menarik para talenta-talenta hebat nasional dan internasional untuk tinggal," ujarnya.

Selain dirancang menjadi kota cerdas, desain IKN baru juga harus mencerminkan identitas bangsa yang diterjemahkan dalam urban design secara filosofis dari pilar-pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945.

"Selain itu, IKN baru harus menunjukkan keberlanjutan kehidupan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan. Karena itu, konsep pembangunan IKN baru meminimalisir intervensi terhadap alam (terutama hutan), mengintegrasikan ruang-ruang hijau serta biru," kata Menteri Basuki.

Informasi lebih lanjut dapat diakses pada situs http://sayembaraikn.pu.go.id.

Pemenang desain IKN akan ditetapkan 3 pemenang utama dan 2 juara harapan dengan mendapatkan hadiah uang tunai dan piagam penghargaan dengan total Rp5 miliar.

Setiap pemenang akan mendapatkan piagam penghargaan dan hadiah. Pemenang I Rp2 miliar, Pemenang II Rp 1,25 miliar, pemenang III Rp 1 miliar, Harapan I 1 Rp500 juta dan Harapan II Rp250 juta.

Konsep dari para pemenang sayembara tingkat nasional akan menjadi bagian dari kerangka acuan untuk sayembara taraf internasional pada 1 Januari 2020--31 Maret 2020. Hasilnya akan dilakukan pengayaan rancangan kota hasil sayembara nasional oleh ahli internasional.

Ketua Dewan Juri adalah Ketua Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Imam Santoso Ernawi dan Wakil Ketua Praktisi Urban Desain Andy Siswanto.

Anggota dewan juri yakni Arsitek Gunawan Tjahjono, Praktisi Arsitek, Budaya & Pariwisata Wiendu Nuryanti, Rektor Universitas Mulawarman Masjaya, Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata, Praktisi Arsitek dan Urban Desain Ridwan Kamil, Praktisi Pemahat Patung Nyoman Nuarta, Ahli Rancang Kota (IARKI) Danang Priatmodjo, Arsitek (IAI) Ikaputra, Ahli Perencanaan Kota (IAP) Denny Zulkaidi, Praktisi Arsitek Lanskap Bintang A.Nugroho, dan Arsitek & Ahli Perancang Kota (Diaspora) Daliana Suryawinata.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kalimantan timur, Ibu Kota Dipindah, Kementerian PUPR

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top