Bank Indonesia Balikpapan Kunjungi Sekolah Peduli Rupiah

Sekolah Peduli Rupiah merupakan program edukasi dan literasi tentang uang rupiah yang terdiri atas pengenalan ciri-ciri keaslian uang rupiah, dasar hukum mata uang, serta kebanksentralan kepada siswa dan siswi.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 02 November 2019  |  11:44 WIB
Bank Indonesia Balikpapan Kunjungi Sekolah Peduli Rupiah
Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Thomy Andryas saat mewawancari Duta Rupiah di SMA Negeri 1 Balikpapan. - JIBI_Istimewa

Bisnis.com, BALIKPAPAN—Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan mulai melakukan penjurian lapangan dalam rangka Program Sekolah Peduli Rupiah (SPR) guna meninjau langsung implementasi program kampanye cinta rupiah yang dilakukan peserta Duta Rupiah di lingkungan sekolah masing-masing.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menurunkan dua tim peninjau yang dipimpin oleh Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Thomy Andryas dan Manajer Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPwBI Balikpapan Nyi Mas Mirnayanti J. Tahap penjurian lapangan berlangsung selama lima hari mulai Selasa (29/10) sampai Sabtu (2/11). Hingga Jumat (1/11), tim peninjau telah mengunjungi 28 sekolah peserta SPR 2019 di Kota Balikpapan.

Sekolah Peduli Rupiah merupakan program edukasi dan literasi tentang uang rupiah yang terdiri atas pengenalan ciri-ciri keaslian uang rupiah, dasar hukum mata uang, serta kebanksentralan kepada siswa dan siswi. Tahun ini, pencanangan Program SPR dimulai sejak 11 September 2019.

Dalam kunjungan sekolah tersebut, tim peninjau dari KPwBI Balikpapan melihat secara langsung kreasi para peserta Duta Rupiah dalam mengampanyekan cinta rupiah dan mengedukasi ciri-ciri keaslian uang rupiah (Cikur) kepada warga sekolah maupun masyarakat lingkungan sekitar sekolah.

Kampanye dan edukasi di antaranya melalui pemanfataan edukasi pada majalah dinding (Mading) dan poster yang dipasang pada setiap sudut sekolah. Secara kreatif, para peserta Duta Rupiah menciptakan berbagai permainan kreatif seperti ular tangga, monopoli edukasi rupiah, hingga matematika cinta rupiah.

Manajer Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPwBI Balikpapan Nyi Mas Mirnayanti J. (tiga kiri) saat mengunjungi salah satu peserta Sekolah Peduli Rupiah./JIBI-Istimewa

Selain itu, para peserta Duta Rupiah juga membuat berbagai program unik seperti RuSUH (Razia Uang Lusuh) di SMKN 6 Balikpapan, Jingle Rupiah di SMAN 9, Koin Seribu Kebaikan di SMK Panca Dharma, hingga Berseru (Bersama Senam Rupiah) di SMAN 1 Balikpapan. Kreativitas tersebut juga menjadi salah satu aspek penilaian untuk menentukan pemenang Sekolah Peduli Rupiah tahun 2019.

Selain itu, tim peninjau juga melihat efektivitas penyampaian sosialisasi oleh peserta Duta Rupiah mengenai Cinta Rupiah. Dukungan kepala sekolah, guru, serta siswa juga menjadi poin penting dalam pelaksanaan SPR di masing-masing sekolah. Harapannya, pemahaman dan manfaat dari pelaksanaan program SPR ini tidak hanya didapatkan oleh siswa yang menjadi peserta SPR dan guru pendampingnya, namun juga seluruh warga sekolah.

Oleh karena itu, dilakukan juga wawancara dengan siswa dan guru yang tidak terlibat secara langsung dalam perlombaan SPR. Dari kunjungan tersebut, diketahui pula dengan adanya sosialisasi dari Duta Rupiah, terjadi perubahan perilaku warga sekolah dalam merawat uang menjadi lebih baik. Misalanya saja dengan tidak menstapler uang rupiah.

Dari kunjungan sekolah yang dilaksanakan, Bank Indonesia dapat memantau langsung pelaksanaan SPR dan manfaatnya untuk lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Selain meningkatkan kreativitas  dan kemampuan berinovasi serta berkomunikasi para siswa dan siswi, Program SPR diharapkan juga dapat meningkatkan literasi warga sekolah sehingga semakin mengenal Bank Sentral Republik Indonesia dan uang rupiah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia balikpapan

Editor : Media Digital
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top