Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Diharapkan Beroperasi Penuh Akhir 2019

Pemerintah berharap tol Balikpapan-Samarinda dapat beroperasional secara penuh pada akhir tahun atau saat libur natal dan tahun baru 2020.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 13 November 2019  |  13:03 WIB
Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Diharapkan Beroperasi Penuh Akhir 2019
Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. - PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Pemerintah berharap tol Balikpapan-Samarinda dapat beroperasional secara penuh pada akhir tahun atau saat libur natal dan tahun baru 2020.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan jalan tol yang menjadi tanggung jawab BUJT sepanjang 66 km di seksi II, III, dan IV sudah tuntas 100%.

Sementara porsi pemerintah di seksi I dan V, Danang mengatakan telah melalui progres akhir menunggu audit teknis. Sejumlah pelimpahan ke badan usah, menurutnya, memang harus menunggu audit teknis dan perubahan lingkup investasi.

"Belum keluar hitung-hitungan investasi terbarunya.Rencananya Desember siap diresmikan. Harapan kami Nataru [natal dan tahun baru] sudah operasional penuh," ungkapnya kepada Bisnis Rabu (13/11/2019).

Sementara itu Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengungkapkan bahwa kendala besar terjadi pada seksi V karena gangguan tanah longsor. Akibatnya, proyek tersebut harus dilanjutkan dengan menggunakan teknologi yang sesuai.

"Tadinya kan aman saja, tetapi longsor sehingga teknologinya harus bergeser. Terkahir tenggatnya Desember. Andai kata molor dari rencana sebelum-sebelumnya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPRPERA) Kaltim Taufik Fauzi mengungkapkan masih terdapat 2,2 km badan jalan yang belum tersambung yang pada mulanya dikerjakan oleh dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim. Progres konstruksi selanjutnya akan dikerjakan oleh PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda.

Gubernur Kaltim Isran Noor masih optimistis bahwa jalan tol tersebut bisa rampung pada akhir tahun. Isran menjelaskan belum tersambungnya badan jalan tersebut karena masih terdapat kajian oleh tim peneliti supaya diberikan solusi dalam penyelesaian pembangunannya. Sehingga ke depannya jalan tol tersebut bisa bertahan lama dalam perawatannya.

BesaranTarif Masih Dikaji

Adapun rencananya setelah diresmikan oleh presiden Joko Widodo pada akhir tahun ini, tarif tol akan disosialisasikan kepada masyarakat. Sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), maka besaran tarif yang dikenakan Rp1.000 per kilometer.

Menurut BPJT, tarif awal itu cukup terjangkau untuk masyarakat Kalimantan yang berdaya beli tinggi. Namun, dengan adanya pengambilalihan porsi pemerintah oleh JBS, tarif yang disepakati pada saat awal penandatanganan PPJT berkemungkinan berubah.

Dikarenakan harus menyesuaikan besaran investasinya, baik BPJT maupun BUJT berharap tarif tol nantinya tidak berbeda terlalu jauh dibandingkan PPJT yang telah diteken sebelumnya.

"Sesuai PPJT awal tarifnya kan 1.000/km. Kalau nantinya masih bisa disesuaikan dengan jumlah ini, maka amandemen PPJT tidak perlu dilakukan dulu. Bisa menunggu penyesuaian tarif setelah dua tahun operasional," imbuh Danang.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Desi Arryani mengungkapkan belum ada keputusan terkait penyesuaian tarif. Menurut Desi kenaikan tarif merupakan hal yang disesuaikan untuk pengembalian investasi. Apalagi kenaikan tarif tol memang selalu mengalami penyesuaian setiap 2 tahun sekali.

Kenaikan tarif tol ini mengacu pada UU No 38/2004 tentang Jalan dan Peraturan Pemerintah No 15/2005 tentang Jalan Tol.

Sesuai ketentuan, tarif tol dapat disesuaikan setiap dua tahun dengan mempertimbangkan tingkat inflasi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Untuk dapat menaikkan tarif tol, pengelola tak bisa serta merta melakukannya. Pemerintah akan terlebih dahulu melakukan evaluasi terkait standar pelayanan minimum (SPM).

Sebagai informasi, Jalan Tol Balikpapan – Samarinda juga menjadi akses penghubung Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan. Akses menuju bandara ini dapat ditempuh dalam waktu 15-20 menit dengan melewati Seksi V ruas Balikpapan – Sepinggan yang hanya berjarak sekitar 8 km dari bandara tersebut.

Jalan tol Balsam dibangun sejak November 2016 terdiri dari 5 seksi, yaitu Seksi I ruas Balikpapan – Samboja (22,03 Km), Seksi II ruas Samboja – Muara Jawa (30,98 Km), Seksi III Muara Jawa – Palaran (17,50 Km), Seksi IV Palaran – Samarinda (17,95 Km), dan Seksi V ruas Balikpapan - Sepinggan (11,09 Km).

Dari lima seksi, Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan dukungan pembangunan konstruksi di Seksi I dan Seksi V yang bertujuan meningkatkan kelayakan finansial ruas tol tersebut. Pembangunan Seksi 1 menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltim sebesar Rp 1,5 triliun dan APBN sebesar Rp 271 miliar, dimana Rp 79,88 miliar diantaranya dialokasikan untuk pembangunan Jembatan Manggar sepanjang 613 meter.

Sedangkan untuk Seksi V didanai oleh APBN yang berasal dari pinjaman dari Pemerintah China sebesar Rp848,55 miliar atau sekitar 8,5% dari total investasi. Untuk Seksi II-III dan IV, pembangunannya menggunakan dana Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT. Jasa Marga Balikpapan-Samarinda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
balikpapan

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top