Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Klinik di Balikpapan Mulai Kenakan Tarif Tes Usap Corona Rp900.000

Tes PCR saat ini adalah tes yang paling akurat dalam memastikan apakah seseorang terpapar Covid-19 atau tidak.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Oktober 2020  |  08:11 WIB
Ilustrasi. - Antara
Ilustrasi. - Antara

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Fasilitas-fasilitas kesehatan di Balikpapan segera memasang tarif Rp900.000/orang sebagai biaya tertinggi untuk tes PCR (Polymerase Chain Reaction) atau swab test untuk memastikan seseorang terpapar atau tidak dari Covid-19, yang sebelumnya mencapai Rp2,5 juta.

“Yang sudah melaporkan kepada kami bahwa mereka sudah menerapkan tarif tersebut adalah Laboratorium Klinik Prodia,” kata Kepala Dinas Kesehatan dr Andi Sri Juliarty, Rabu (7/10/2020).

Menurut dr Juliarty, segera menyusul menggunakan tarif Rp900.000 tersebut RS Pertamina Balikpapan (RSPB), mulai Senin 12 Oktober. RSPB saat ini masih menyelesaikan antrean pasien yang sudah mendaftar untuk menjalani uji swab yang jadwalnya penuh hingga Sabtu (10/10/2020).

Tentang laboratorium lain di sejumlah fasiitas kesehatan di Kota Minyak, kata dr Juliarty, belum memberikan laporan.

Tes PCR saat ini adalah tes yang paling akurat dalam memastikan apakah seseorang terpapar Covid-19 atau tidak. Sesuai namanya, ‘swab’ atau ‘usap’, petugas mengambil sampel cairan dari belakang lidah dan pangkal hidung pasien, untuk kemudian dibubuhi reagen.

Reagen adalah bahan kimia khusus yang menghasilkan reaksi tertentu untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2 atau virus corona yang menjadi penyebab Covid-19. Dari reaksi yang terjadi pada sampel cairan yang diambil dari pasien itulah dipastikan seseorang terpapar Covid-19 atau tidak.

Sebelumnya pada Selasa 6/10 Kementerian Kesehatan mengumumkan penetapan batasan tarif tertinggi pemeriksaan PCR atau tes swab adalah sebesar Rp900 ribu melalui Surat Edaran Nomor HK 02.02/I/3713/2020 bertanggal 5 Oktober 2020.

Dengan harga yang didiskon itu diharapkan masyarakat bisa memeriksakan diri secara mandiri, sementara laboratorium tetap mendapat pemasukan untuk kembali mengadakan reagen yang dipakai dan menutup biaya karyawan dan operasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim balikpapan

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top