Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menjadi Bandara Pengumpul, Bandara APT Pranoto Tinjau Ulang Masterplan

Berdasarkan rencana pengembangan jaringan transportasi udara menurut RTRW Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2016-2036 telah menetapkan Bandar Udara Samarinda Baru (A.P.T. Pranoto) menjadi Bandar Udara Pengumpul Skala Sekunder.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 19 Februari 2021  |  20:06 WIB
Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto atau Bandara Samarinda Baru resmi menggantikan Bandara Temindung. - Humas Kemenhub
Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto atau Bandara Samarinda Baru resmi menggantikan Bandara Temindung. - Humas Kemenhub

Bisnis.com, SAMARINDA – Kantor Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda melakukan tinjau ulang rencana masterplan.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto Samarinda Agung Pracayanto menyatakan studi tersebut bertujuan untuk menyiapkan pedoman perencanaan dalam rangka perumusan kebijakan pengembangan Bandara APT Pranoto saat ini dan di masa mendatang sesuai kebutuhan pelayanan jasa angkutan udara.

"Kami memilah mana skala prioritas, untuk saat ini kita sudah memberikan layanan kepada 5 kabupaten dan untuk lainnya perlu step by step," ujarnya, Jum'at (19/2/2020).

Agung menambahkan hal tersebut juga dilakukan untuk analisis kuantitatif dan kualitatif terkait seberapa jauh fasilitas Bandara APT Pranoto dapat dikembangkan guna mendukung serta mengantisipasi perkembangan sosial ekonomi di kota Samarinda dan sekitarnya.

"Kita lakukan bertahap dan terukur tentunya sesuai anggaran dan berdasarkan ketentuan Menteri Perhubungan," katanya.

Berdasarkan rencana pengembangan jaringan transportasi udara menurut RTRW Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2016-2036 telah menetapkan Bandar Udara Samarinda Baru (A.P.T. Pranoto) menjadi Bandar Udara Pengumpul Skala Sekunder. Hal tersebut sesuai kebijakan Perubahan dari RTRW Nasional dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 166 Tahun 2019 Tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional. 

Dia menjelaskan Rencana Pola Ruang dan Jaringan Konektivitas Bandara APT. Pranoto untuk potensi pengernbangan bandara ke barat laut, perlu mempertimbangkan perbedaan administrasi dan juga rencana jalur kereta api yang perlu disesuaikan.

"Bandara A.P.T. Pranoto di Samarinda merupakan tempat penyelenggaraan kebandaraudaraan yang akan mempercepat perkembangan dan pemerataan ekonomi di wilayah Kalimantan Timur dengan konsep multiply airport," jelasnya.

Adapun, kebutuhan Fasilitas Sisi Udara untuk Tahapan Pengembangunan terbagi menjadi 3 tahap yaitu; Tahap 1 (2021-2025) dengan panjang Runway 2.500 x 45 dan Exit Taxiway 2; Tahap II (2026-2035) dengan panjang Runway 2.700 x 45 dan Exit Taxiway 4; dan Tahap Ultimate (2036- 2040) dengan panjang Runway 3.000 x 45 dan Exit Taxiway 5. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top